Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa Hadiri Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul

BOGOR, Kliksumbawa.com (3 Februari 2026)— Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sumbawa menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang diselenggarakan di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, pada Selasa (2/2/2026).

Rakornas ini dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, didampingi jajaran Kabinet Merah Putih, Kapolri, Panglima TNI, serta para kepala daerah dan wakil kepala daerah se-Indonesia, bersama unsur Forkopimda dari seluruh wilayah tanah air.

Dalam arahannya, Presiden RI tidak hanya memaparkan capaian strategis pembangunan nasional, tetapi juga menyoroti secara tegas dinamika geopolitik global yang dinilai semakin kompleks dan berisiko terhadap stabilitas dunia. Presiden menekankan pentingnya kesiapsiagaan nasional serta konsistensi Indonesia dalam menjaga politik luar negeri bebas dan aktif.

Presiden Prabowo menyampaikan sejumlah poin krusial yang menjadi arah kebijakan nasional menuju Indonesia 2027, antara lain:

Pertama, kewaspadaan terhadap potensi krisis global ekstrem, termasuk ancaman “nuclear winter”, serta komitmen Indonesia untuk tetap berada pada posisi nonblok demi menjaga kedaulatan dan kepentingan nasional.

Kedua, program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang semula menuai kritik, kini disebut Presiden sebagai salah satu kebijakan unggulan yang berpotensi menjadi percontohan dunia, karena selain meningkatkan kualitas gizi masyarakat, juga mampu menciptakan lapangan kerja baru di berbagai daerah.

Ketiga, penguatan sektor perkebunan melalui revolusi sawit, yang disebut Presiden sebagai “miracle crop”. Dalam konteks ini, Presiden menegaskan larangan ekspor minyak jelantah sebagai bagian dari upaya menjaga nilai tambah dan ketahanan energi nasional.
Keempat, Presiden melontarkan kritik keras terhadap pengelolaan sektor pariwisata, khususnya di Bali. Presiden menyoroti persoalan kebersihan dan tata kelola lingkungan, seraya mengingatkan bahwa Bali yang dahulu dikenal sebagai destinasi wisata unggulan dunia, kini menghadapi tantangan serius akibat masalah sampah dan kurangnya perawatan lingkungan.

Kelima, Presiden memperkenalkan gerakan “Gentengisasi”, yakni program penggantian atap seng berkarat dengan genteng yang lebih layak dan sehat, sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas hunian rakyat.

Rakornas 2026 ini menjadi momentum penting bagi Presiden Prabowo untuk menyatukan visi dan langkah strategis antara pemerintah pusat dan daerah. Dari isu pertahanan global hingga persoalan mendasar kehidupan masyarakat, Presiden menegaskan bahwa pembangunan ke depan harus berorientasi pada kemandirian pangan, kemandirian energi, serta peningkatan kualitas hidup rakyat secara nyata, bukan sekadar capaian angka statistik.

Secara khusus, Wabup Ansori menyoroti beberapa poin krusial arahan Presiden yang relevan dengan konteks pembangunan Sumbawa:

Pertama, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebut Presiden sebagai kebijakan unggulan berpotensi contoh dunia. “Ini bukan sekadar program kesehatan, tapi juga pencipta lapangan kerja. Di Sumbawa, prinsip ini bisa kita integrasikan dengan penguatan produk pangan lokal dan UMKM kuliner,” ujarnya.

Kedua, revolusi Sawit dan Larangan Ekspor Minyak Jelantah sebagai bagian dari penguatan ketahanan energi. “Sumbawa dengan potensi pertanian dan perkebunannya dapat mengambil spirit ini, yaitu mengutamakan nilai tambah dan kemandirian energi terbarukan.”

Ketiga, kritik terhadap Pengelolaan Pariwisata, khususnya di Bali terkait kebersihan dan tata kelola lingkungan. “Ini menjadi peringatan keras bagi semua destinasi wisata, termasuk Sumbawa yang sedang berkembang. Kita harus menjaga keberlanjutan dan kebersihan lingkungan dari sekarang agar tidak mengalami masalah serupa.”

Keempat, Gerakan “Gentengisasi” atau penggantian atap tidak layak. “Program ini sangat konkret untuk meningkatkan kualitas hunian. Ini bisa menjadi prioritas dalam program pemberdayaan masyarakat dan perbaikan infrastruktur dasar di daerah kita.”

Wabup Ansori menegaskan bahwa Rakornas 2026 telah memberikan kejelasan arah. Pembangunan kedepan harus menyentuh substansi peningkatan kualitas hidup masyarakat, bukan hanya angka statistik.

“Dari isu geopolitik global hingga genteng rakyat, semuanya terangkum. Tugas kita sekarang adalah menerjemahkan kebijakan nasional ini menjadi aksi nyata di Sumbawa. Kehadiran Forkopimda lengkap di Rakornas ini menandakan komitmen kita untuk bersinergi mewujudkannya, dengan fokus pada kemandirian pangan, energi, dan peningkatan kesejahteraan yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya.(KS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *