Tanpa Papan Informasi Proyek, Drainase di Senawang Diduga Dikerjakan Asal Jadi Hingga Lebih Tinggi dari Jalan

SUMBAWA,Kliksumbawa.com (6 Februari 2026) – Pelaksanaan proyek drainase di ruas jalan kabupaten yang melintasi Desa Senawang, Kecamatan Orong Telu menuai kritik dari warga setempat. Pembangunan infrastruktur di wilayah Dusun Gunung Karya, Harapan Jaya, dan Dusun Beru ini dinilai kurang memperhatikan standar teknis dan transparansi.

Perwakilan warga, Adon Hendra Jaya, menyatakan bahwa kritik ini muncul sebagai bentuk kepedulian masyarakat terhadap kualitas fasilitas publik yang menjadi urat nadi ekonomi warga tersebut. Berdasarkan hasil pantauannya di lapangan, setidaknya ada lima poin utama yang menjadi keluhan.

Pertama, Ketiadaan Papan Informasi Proyek. Hingga saat ini, warga belum melihat adanya papan informasi di lokasi pengerjaan. Hal ini dianggap melanggar prinsip transparansi publik, karena warga tidak mengetahui sumber anggaran, nilai kontrak, volume maupun siapa kontraktor pelaksananya.

Kedua, minimnya Pengawasan Lapangan. Masyarakat menyoroti jarangnya pengawas terlihat di lokasi selama proses pengerjaan. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan mutu bangunan yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang direncanakan.

Ketiga, Pengabaian Tenaga Kerja Lokal. Proyek ini disebut tidak melibatkan tukang maupun tenaga kerja dari desa setempat. Padahal, warga berharap pembangunan infrastruktur pemerintah dapat memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar.

Bahkan kata Adon, secara fisik, warga mencatat bibir drainase dibangun lebih tinggi dibandingkan permukaan jalan.

“Jika kondisi ini dibiarkan, air hujan di badan jalan justru tidak bisa masuk ke saluran dan berpotensi merusak jalan,” ujar Adon.

Selain itu, Adon juga menyoroti sisa material berupa tumpukan batu besar dan sisa tanah urukan yang belum diangkut mulai mengganggu kenyamanan. Material tersebut dinilai membahayakan pengguna jalan, terutama saat hujan yang membuat permukaan aspal menjadi licin dan rawan kecelakaan.

Masyarakat mendesak pihak pelaksana dan instansi terkait untuk segera melakukan evaluasi agar proyek tersebut memberikan manfaat optimal, bukan justru menyisakan masalah.

Hingga berita ini diturunkan, pihak instansi teknis yang dihubungi sejak Sabtu 30 Januari 2026 belum merespon untuk memberikan penjelasan resmi atas keluhan warga tersebut. (KS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *