SUMBAWA,Kliksumbawa.com (7 September 2026)- Rakyat Kabupaten Sumbawa hari ini menggelar pesta demokrasi di tingkat paling dasar. Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Tahun 2026 resmi berlangsung di 20 desa yang tersebar di 11 kecamatan, dengan diikuti 67 calon kepala desa. Di tengah hiruk-pikuk pencoblosan, Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., bersama istri turun langsung memberikan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) Dusun Bangkong, Desa Karang Dima, Kecamatan Labuhan Badas.
“Alhamdulillah, hari ini saya menyalurkan hak pilih dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Kabupaten Sumbawa Tahun 2026 di Desa Karang Dima, tepatnya di TPS Dusun Bangkong,” ujar Bupati Jarot kepada Nuansantb usai memberikan suara.
Bupati yang akrab disapa Haji Jarot itu tampak didampingi oleh sejumlah pejabat penting daerah. Turut memantau jalannya pemungutan suara, Ketua DPRD Sumbawa, Nanang Nasiruddin, S.AP., MM.Inov; Dandim 1607 Sumbawa, Letkol Kav Basofi Cahyowibowo, S.T.; serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) lainnya. Kehadiran para pemimpin daerah ini menjadi simbol komitmen pemerintah dalam menyukseskan jalannya roda demokrasi di seluruh pelosok Sumbawa.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Jarot mengingatkan bahwa Pilkades bukan sekadar ritual 5 atau 8 tahunan untuk memilih pemimpin desa. Menurutnya, ini adalah momentum penting untuk memperkuat sendi-sendi demokrasi dan persaudaraan di tingkat komunitas. “Pilkades bukan hanya tentang memilih pemimpin desa, tetapi juga menjadi bagian penting dari proses demokrasi di tingkat desa. Mari kita gunakan hak pilih dengan bijak, jaga persaudaraan, dan bersama-sama kita sukseskan Pilkades yang aman, damai, jujur, dan demokratis,” tegasnya.
Seruan untuk menjaga kondusivitas ini bukan tanpa dasar. Sebelum hari pencoblosan, Pemerintah Kabupaten Sumbawa telah menggelar Deklarasi Damai Pilkades Serentak 2026 pada 24 Agustus lalu. Dalam deklarasi yang dihadiri seluruh calon kepala desa itu, Bupati Jarot berpesan agar kontestasi dimaknai sebagai kompetisi sehat, bukan ajang permusuhan. “Semua yang hadir punya potensi untuk menang. Menang atau kalah, serahkan kepada Allah. Kalau kalah, mungkin itu bukan yang terbaik. Mari kita belajar kalah untuk bangkit,” ujar Jarot saat itu.
Di akhir pernyataannya, Bupati Jarot kembali menekankan pesan perdamaian. Ia mengingatkan bahwa perbedaan pilihan adalah hal yang lumrah dalam demokrasi, namun jangan sampai merenggangkan tali persaudaraan yang telah lama terjalin. “Beda pilihan adalah hal biasa, persaudaraan harus tetap terjaga. Inilah esensi demokrasi kita,” pungkasnya.
Pelaksanaan Pilkades Serentak 2026 di Kabupaten Sumbawa hari ini diharapkan berjalan lancar hingga penghitungan suara selesai, menghasilkan pemimpin-pemimpin desa baru yang amanah dan membawa kemajuan bagi masyarakat. (ks)













