Entaskan Kemiskinan, Wabup Ansori Serahkan Bantuan PKH Tahap I kepada 147 KPM

Sumbawa Besar, Kliksumbawa.com – Wakil Bupati (Wabup) Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, secara simbolis menyerahkan Program Keluarga Harapan (PKH) kepada 147 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kelurahan Brang Bara, Kecamatan Sumbawa, Rabu (14/05/2025).

Kegiatan ini merupakan tahap pertama penyaluran PKH di Kabupaten Sumbawa tahun 2025, yang melibatkan Dinas Sosial (Disos) Sumbawa, pemerintah kecamatan, kelurahan, dan TNI (Babinsa).

Dalam sambutannya, Wabup Ansori menegaskan komitmen Pemkab Sumbawa dalam mengurangi beban ekonomi masyarakat kurang mampu. “PKH bukan sekadar bantuan, tapi upaya nyata pemerintah untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui pendampingan berkelanjutan. Manfaatkan dana ini sebaik mungkin, terutama untuk pendidikan anak dan kesehatan keluarga,” pesannya.

Wabup Ansori berharap PKH dapat menjadi pemicu kemandirian ekonomi masyarakat. “Ke depan, kami akan evaluasi dampaknya dan terus tingkatkan koordinasi dengan Disos untuk perluasan penerima,” ungkap Wabup Ansori.

Menurut Wabup, peran strategis Dinas Sosial, kelurahan dan desa dalam melakukan pendataan sangat krusial untuk menentukan warga yang berhak menerima sehingga bantuan PKH ini tepat sasaran kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

“Sinergi antara pemda, dan desa/kelurahan serta pengawalan TNI (Babinsa) sangat penting untuk memastikan bantuan sampai ke yang berhak,” ujar Wabup Ansori.

Sementara Kabid Disos Sumbawa, Syarifah, S.Sos., M.Si. (mewakili Kadis) menjelaskan bahwa PKH tahun 2025 mencakup 33.928 KPM tersebar di 24 kecamatan. “Khusus Kecamatan Sumbawa, ada sekitar 500 KPM, dengan tahap pertama disalurkan via Bank BRI Unit Labuhan Sumbawa. Kami pastikan penyaluran tepat sasaran dan tepat waktu,” jelas Syarifah.

Adapun fokus dana bantuan PKH ini pada Pendidikan dan Kesehatan. PKH merupakan bantuan bersyarat yang dialokasikan untuk : Pendidikan (anak usia sekolah). Kemudian Kesehatan (ibu hamil, balita, lansia) serta kebutuhan hidup dasar.

“Di Brang Bara, 147 KPM sudah terdata dengan verifikasi ketat. Bantuan ini diharapkan mampu mengurangi pengeluaran keluarga sekaligus mendorong peningkatan kualitas SDM,” pungkas Syarifah. (KS/01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *