Sumbawa Besar, Kliksumbawa.com – Komisi III DPRD Kabupaten Sumbawa menggelar rapat koordinasi dengan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis membahas pengawasan dan optimalisasi aktivitas penambangan galian C.
Pertemuan yang berlangsung di Ruang Komisi III DPRD Sumbawa, Selasa (20/05/2025), menghasilkan tiga rekomendasi strategis untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan meminimalisir dampak lingkungan.
Tim Gabungan Akan Dibentuk, Bappeda sebagai Inisiator
Ketua Komisi III DPRD Sumbawa, Syaifullah, S.Pd., M.M.Inov, menegaskan perlunya sinergi antar-OPD untuk mengawasi penambangan galian C sekaligus memaksimalkan kontribusinya bagi PAD.
“Kami mendorong Bappeda segera membentuk tim gabungan dari OPD terkait guna memetakan potensi, mengawasi legalitas, dan memastikan aktivitas tambang berjalan sesuai aturan,” tegas Syaifullah.
Perwakilan Bappeda Sumbawa menyambut baik rekomendasi tersebut dan berkomitmen mempercepat pembentukan tim. “Tim ini akan fokus pada evaluasi izin, pengawasan lapangan, dan sinkronisasi data untuk meminimalisir penambangan ilegal,” jelasnya.
Survey Lokasi Tambang di Dusun Sili Segera Dilakukan
Rencana tindak lanjut berupa survey ke lokasi penambangan galian C dan tambak di Dusun Sili, Desa Mata, Kecamatan Tarano menjadi poin krusial. Perwakilan Dinas PUPR menyatakan kesiapannya memimpin tinjauan lapangan.
“Kami akan koordinasikan dengan Satpol PP dan DLH untuk memeriksa kepatuhan AMDAL serta dampak lingkungan. Jika ada pelanggaran, tindakan tegas akan diambil,” ujarnya.
Sementara Perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menekankan pentingnya pemantauan kerusakan ekologis. “Penambangan harus berwawasan lingkungan. Kami akan evaluasi apakah aktivitas di Dusun Sili sudah memenuhi syarat,” tambahnya.
Perwakilan Dinas PMPTSP mengaku akan meninjau ulang penerbitan izin tambang untuk memastikan tidak ada tumpang tindih regulasi. “Kami optimalkan sistem perizinan online agar transparan dan menghindari manipulasi,” paparnya.
Di sisi lain, Perwakilan Bapenda menargetkan peningkatan penerimaan pajak dan retribusi dari sektor tambang. “Potensi PAD dari galian C masih besar. Tim gabungan ini akan membantu memastikan semua kewajiban pembayaran terpenuhi,” jelasnya.
Komitmen Pengawasan Berkelanjutan
Wakil Ketua Komisi III, Sri Wahyuni, S.AP, menegaskan bahwa pengawasan tidak berhenti di rapat ini. “Komisi III akan terus memantau progres tim gabungan dan mengevaluasi laporan lapangan. Masyarakat juga diharap aktif melaporkan aktivitas mencurigakan,” imbaunya.
Rapat ditutup dengan kesepakatan untuk segera eksekusi tiga rekomendasi, diantaranya : Pembentukan tim gabungan oleh Bappeda. Survey lokasi di Dusun Sili dalam waktu dekat. Dan Evaluasi berkala oleh Komisi III dan OPD terkait. (KS/01)













