Puskesmas Sumbawa Ditargetkan Jadi Garda Terdepan Pencegahan Narkoba Lewat IPWL

Sumbawa Besar, Kliksumbawa.com (28 Agustus 2025)– Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa tengah berupaya keras untuk mengatasi dan mencegah penyalahgunaan narkoba melalui penguatan peran Puskesmas di wilayahnya. Salah satu langkah strategis yang sedang dijalankan adalah mendorong Puskesmas menjadi Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL), yang berfungsi sebagai lembaga pelapor penyalahgunaan narkoba dan pemberi layanan rehabilitasi bagi penyalahguna.

Langkah ini bertujuan agar masyarakat Sumbawa yang terlibat penyalahgunaan narkoba dapat segera mendapatkan layanan rehabilitasi yang lebih dekat dan mudah dijangkau. Dengan menjadikan Puskesmas sebagai IPWL, diharapkan penanganan narkoba bisa lebih terintegrasi dan merata di seluruh Kabupaten Sumbawa, terutama mengingat wilayah yang luas dan beragam kondisi geografisnya.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, Hj. Nur Atika, S.ST., M.M.Inov, menjelaskan bahwa Kabupaten Sumbawa memiliki tantangan besar dalam hal distribusi layanan kesehatan karena letak geografis yang luas dan sulit dijangkau. Oleh karena itu, keberadaan Puskesmas sebagai IPWL menjadi sangat krusial.

“Pelayanan rehabilitasi narkoba tidak boleh terkonsentrasi hanya di rumah sakit besar atau klinik tertentu. Dengan Puskesmas sebagai IPWL, kita dapat memastikan bahwa pelayanan rehabilitasi narkoba bisa lebih terakses oleh masyarakat, tanpa terkendala oleh jarak dan biaya,” jelasnya.

Sebagai bagian dari upaya untuk memperkuat fungsi Puskesmas, Dinas Kesehatan Sumbawa melakukan berbagai kegiatan pelatihan dan bimbingan teknis bagi tenaga kesehatan di Puskesmas-puskesmas di seluruh Kabupaten Sumbawa. Dengan mengikuti program ini, Puskesmas dapat mempelajari prosedur dan persyaratan yang harus dipenuhi untuk menjadi IPWL yang sah dan efektif dalam memberikan pelayanan rehabilitasi dan pencegahan narkoba.

Kegiatan ini juga melibatkan Dinas Kesehatan Provinsi NTB dan sejumlah instansi terkait seperti RSMA, RSUD, dan BNN Kabupaten Sumbawa. Mereka memberikan informasi tentang kebijakan, prosedur, serta tatalaksana dalam penanganan penyalahgunaan narkoba yang efektif.

Selain itu, langkah ini juga bertujuan untuk memperluas jaringan dukungan bagi penyalahguna narkoba, mulai dari rehabilitasi medis, terapi psikososial, hingga pendidikan pencegahan bagi masyarakat. Dinkes Sumbawa berharap bisa merangkul berbagai pihak, baik dari instansi pemerintah maupun masyarakat, untuk bersama-sama mengatasi masalah narkoba yang semakin mengkhawatirkan.

Dinkes Sumbawa sangat berharap agar dengan semakin banyaknya Puskesmas yang menjadi IPWL, masyarakat yang terjangkit penyalahgunaan narkoba dapat segera mendapat penanganan yang tepat tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke pusat rehabilitasi.

Lebih lanjut, Plt. Kepala Dinkes Sumbawa juga mengingatkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menangani masalah narkoba. Selain memperkuat Puskesmas sebagai garda terdepan, mereka juga mendorong program-program pencegahan narkoba di tingkat desa, sekolah, dan instansi lainnya, seperti program Desa Bersinar (Desa Bersih Narkoba) dan pembentukan Konselor Sebaya di sekolah-sekolah.

“Untuk Sumbawa Unggul, Maju, Sejahtera Bebas Narkoba, kita harus bersatu dalam mencegah dan mengatasi penyalahgunaan narkoba. Dengan memperkuat layanan rehabilitasi yang lebih dekat kepada masyarakat, kita berharap bisa mengurangi dampak buruk narkoba yang merusak generasi muda dan keluarga,” tandasnya.

Pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa berharap bisa menjadikan daerah ini sebagai model sukses dalam penanggulangan narkoba, dengan memastikan semua lapisan masyarakat mendapatkan akses yang sama terhadap layanan rehabilitasi yang efektif dan berkualitas. (KS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *