Warga Baturotok Tandu Jenazah Berjalan Kaki 6 Jam Lewati Medan Sulit

SUMBAWA, Kliksumbawa.com (20 Januari 2026)- Warga bahu membahu menandu jenazah berjalan kaki sejauh 15 kilometer dengan medan jalan terjal berlumpur, berbatu, menanjak dan menyebrangi empat sungai dari Desa Tepal menuju Desa Baturotok, Kecamatan Batulanteh, Kabupaten Sumbawa, NTB Selasa (20/1/2026).

Upaya ini dilakukan karena akses jalan yang buruk, rusak dan sulit dilalui oleh kendaraan roda empat sehingga memaksa warga berjibaku saat cuaca ekstrem dan arus banjir karena harus menyebrangi empat sungai untuk sampai di perkampungan.

Mereka membuat tandu darurat dari kain sarung dan bambu untuk membawa jenazah berjalan kaki selama 5 sampai 6 jam. Untuk melewati jalan yang rusak harus menggunakan kendaraan khusus seperti hartop atau sepeda motor trail, itu pun motor harus digotong saat arus sungai deras karena banjir saat musim hujan seperti sekarang.

Sementara hartop tidak bisa menyebrangi arus sungai deras saat banjir. Warga lebih memilih berjalan kaki agar lebih mudah melewati medan jalan yang licin dan terjal.

Warga setempat, Sulman mengatakan membawa jenazah dengan tandu terpaksa dilakukan warga karena tak ada pilihan lain.

“Benar. Kondisi jalan menuju Desa Baturotok dari Desa Tepal semakin sulit saat musim hujan dengan medan jalan terjal dan terpaksa berjibaku melawan arus sungai yang deras,” kata Sulman saat dikonfirmasi Selasa (21/1/2026).

Jenazah warga sambungnya, sudah dirawat selama 20 hari di RSUP Manambai Abdul Kadir Sumbawa dan hari ini meninggal dunia.

Disebutkan, orang sakit dan melahirkan ditandu warga itu sudah biasa bagi masyarakat setempat. Sebab sampai sekarang infrastruktur jalan yang memadai di wilayah tersebut belum terwujud.

Tetapi suasana berbeda ketika yang digotong adalah jenazah, kesedihan nampak terasa diraut wajah warga.

Sulman meminta pemerintah daerah segera memperbaiki akses infrastruktur jalan menuju beberapa wilayah desa sulit akses dan terisolir di wilayah Kecamatan Batulanteh.

Menurut Najib yang dikonfirmasi mengatakan bahwa aksi tersebut bukan hanya tentang pengantaran jenazah, tetapi juga merupakan gambaran nyata akses jalan belum merata dirasakan warga Sumbawa.

“Meskipun perjalanan yang harus ditempuh sangat berat, rasa kebersamaan dan tanggung jawab terhadap sesama memberikan kekuatan tersendiri bagi kami.

Proses menandu jenazah sejauh 15 kilometer itu tidak hanya mencerminkan semangat gotong-royong yang tinggi, tetapi juga solidaritas yang tiada tara di tengah kesulitan,” kata Najib.

Ia menambahkan bahwa kekuatan kebersamaan, semangat gotong-royong, dan rasa empati kepada sesama menjadi landasan utama dalam aksi warga ini.

“Momen ini menjadi bukti bahwa dalam setiap kesulitan, rasa peduli dan solidaritas dapat menyatukan hati dan menggerakkan aksi nyata untuk membantu sesama bagi warga di wilayah sulit akses,” ujarnya.

Video warga menggotong jenazah ini viral dibagikan di media sosial Facebook, disukai dan dikomentari warga. (KS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *