SUMBAWA,Kliksumbawa.com (27 Maret 2026)-Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus menggencarkan strategi inovatif dalam upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Di tengah tantangan pemulihan ekonomi dan kebutuhan pembangunan yang semakin mendesak, sinergi lintas instansi menjadi fokus utama untuk memaksimalkan potensi pendapatan, khususnya dari sektor Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).
Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Dr. H. Budi Prasetiyo, S.Sos., M.AP, menegaskan bahwa kolaborasi yang solid antara Pemerintah Daerah, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), serta Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Samsat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan fondasi utama dalam menjemput target pendapatan daerah.
“Bersama Bapenda dan UPTD Samsat Provinsi NTB, kami memperkuat sinergi, menyamakan langkah, serta memastikan strategi yang dijalankan benar-benar efektif dan berdampak langsung terhadap optimalisasi penerimaan daerah,” ujar Doktor Budi saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (26/03/2026).
Pernyataan mantan Wakil Rektor III Universitas Samawa (UNSA) ini menegaskan bahwa peningkatan PAD tidak bisa lagi dilakukan secara parsial. Dibutuhkan keterpaduan data, kesamaan visi di lapangan, serta evaluasi berkala untuk memastikan setiap kebijakan yang diambil mampu menjawab dinamika kepatuhan masyarakat.
Menurutnya, upaya peningkatan PAD saat ini tidak semata-mata berorientasi pada angka nominal semata. Lebih dari itu, pemerintah daerah tengah berfokus pada pembangunan ekosistem kesadaran publik. Doktor Budi menekankan bahwa revolusi pelayanan publik menjadi salah satu instrumen utama untuk mendongkrak kepatuhan wajib pajak.
“Upaya ini bukan hanya soal angka, tetapi juga tentang membangun kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajaknya. Dengan pelayanan yang semakin baik, transparan, dan mudah diakses, kami berharap kepercayaan publik terus meningkat, sehingga kontribusi terhadap pembangunan daerah dapat berjalan lebih maksimal,” jelasnya.
Dalam praktiknya, kolaborasi tersebut diwujudkan melalui berbagai terobosan. Mulai dari perluasan jaringan pembayaran digital, program jemput bola di wilayah kecamatan terpencil, hingga pemberian insentif bagi wajib pajak yang disiplin. Pendekatan preventif juga dilakukan dengan menggencarkan sosialisasi mengenai pentingnya pajak sebagai tulang punggung pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik di Kabupaten Sumbawa.
Dengan adanya sinergi antara eksekutif di tingkat kabupaten dan instansi vertikal di tingkat provinsi, diharapkan tidak ada lagi tumpang tindih kewenangan yang justru dapat menghambat penerimaan. Semua pihak bergerak dengan satu peta jalan yang sama, yaitu memastikan setiap potensi pendapatan dari kendaraan bermotor dapat terserap secara optimal ke kas daerah.
Langkah ini dinilai strategis mengingat kontribusi Pajak Kendaraan Bermotor terhadap PAD Kabupaten Sumbawa masih memiliki ruang untuk ditingkatkan. Dengan adanya peningkatan kesadaran masyarakat dan kemudahan akses pembayaran, optimisme terhadap pertumbuhan PAD di tahun ini pun semakin terbuka.
Sebagai mantan akademisi yang kini duduk di jajaran birokrasi tertinggi Kabupaten Sumbawa, Doktor Budi optimistis bahwa transformasi pola pikir dari wait and serve menjadi pick and service (menjemput bola) akan mampu menciptakan lompatan signifikan. Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat berperan aktif dengan menunaikan kewajiban perpajakan tepat waktu, demi kemajuan Sumbawa yang lebih mandiri dan sejahtera.(KS)
