Peringati Harkitnas, Wabup Sumbawa Tekankan Pemerataan Listrik dan Internet di Desa

SUMBAWA, Kliksumbawa.com (20 Mei 2026)– Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 tahun ini menjadi momentum refleksi mendalam bagi daerah-daerah yang tengah bertransformasi. Di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Wakil Bupati Drs H Mohamad Ansori mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memaknai kebangkitan tidak sekadar seremonial, tetapi sebagai lompatan nyata dari akar rumput.

“Kebangkitan Indonesia dulu lahir dari kesadaran elite dan pergerakan pemuda. Sekarang, kebangkitan kedua harus dimulai dari desa,” ujar Haji Ansori kepada media ini merefleksikan peringatan 118 Tahun Hari Kebangkitan Nasional, Rabu pagi, (20/05/2026).

Menurut politisi senior yang juga Ketua DPC Gerindra Sumbawa ini, tantangan pembangunan saat ini terletak pada pemerataan. Ia mencontohkan, data terbaru menunjukkan masih ada sembilan desa di Sumbawa yang sulit akses listrik dan internet. Situasi itu, kata Haji Ansori, menjadi pecut untuk bergerak.

“Jangan sampai semangat ‘Indonesia bangkit’ hanya gemuruh di kota, tapi di kampung-kampung masih gelap. Itu ironi yang harus kita lawan bersama,” tegasnya.

Wabup Ansori menyoroti tiga pilar kebangkitan daerah: ekonomi berbasis lokal, digitalisasi layanan dasar, dan penguatan sumber daya manusia (SDM) petani serta nelayan. Ia menilai, Kabupaten Sumbawa memiliki potensi besar dalam sektor kelautan, dan pertanian lahan kering. Namun, potensi itu masih kurang berpihak pada warga lokal.

“Refleksi hari ini: apakah kita sudah benar-benar merdeka secara ekonomi? Banyak anak Sumbawa yang jadi penonton di rumahnya sendiri. Saatnya kita bangkit dengan mengelola kekayaan sendiri,” ujarnya.

Wabup Ansori juga mengapresiasi Gerakan Seribu Desa Digital yang mulai berjalan di Kecamatan Moyo Hulu dan Lunyuk. Ia berharap program itu diperluas hingga ke pulau-pulau kecil seperti Pulau Moyo dan Pulau Medang.

“Jangan ada warga yang tertinggal. Kebangkitan tidak sempurna kalau nelayan di ujung barat Sumbawa masih pakai perahu tanpa alat komunikasi,” tambahnya.

Peringatan kali ini terasa istimewa karena bertepatan dengan peluncuran program “Satu Desa Satu Produk Unggulan” oleh Pemerintah Kabupaten Sumbawa. Ansori menyebut, produk seperti madu hutan, kain tenun harus mampu menembus pasar nasional.

Di akhir sambutan, Wakil Bupati mengutip pesan Ki Hajar Dewantara: “Ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani.” Ia mengajak aparatur desa menjadi teladan kebangkitan.

“Hari ini kita memperingati kebangkitan nasional, besok kita wujudkan dengan kerja nyata. Bangkit dari desa, untuk Indonesia yang sejahtera,” pungkas Ansori. (KS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *