SUMBAWA,Kliksumbawa.com (21 Juli 2026) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus menunjukkan komitmen serius dalam membangun sumber daya manusia (SDM) unggul melalui program Kartu Sumbawa Pintar (KSP). Hingga pertengahan 2026, sebanyak 459 mahasiswa telah resmi tercatat sebagai penerima manfaat program beasiswa Sumbawa ini untuk melanjutkan pendidikan tinggi.
Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Sumbawa, Zulfikar Demitry, SH., MH., memberikan apresiasi tinggi atas peluncuran dan konsistensi program Kartu Sumbawa Pintar yang merupakan salah satu janji politik Bupati Sumbawa. Program bantuan pendidikan ini menjadi bagian dari 12 Program Unggulan pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot dan Drs. H Mohamad Ansori.
“Kami mengapresiasi komitmen Bupati Sumbawa dalam menunaikan janji politik salah satu program unggulan yakni Kartu Sumbawa Pintar untuk anak-anak kabupaten dalam meningkatkan SDM unggul,” ujar Zulfikar Demitry saat memberikan tanggapan terkait program beasiswa KSP tersebut.
Politisi muda Partai NasDem yang akrab disapa Ikang ini menegaskan bahwa beasiswa Pemkab Sumbawa bukan sekadar bantuan biaya pendidikan, melainkan investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.
“Saya meyakini bahwa investasi terbaik yang dapat dilakukan sebuah daerah adalah investasi pada sumber daya manusianya melalui akses pendidikan Sumbawa yang merata,” tegasnya.
Program Kartu Sumbawa Pintar yang digagas sejak tahun pertama pemerintahan Jarot-Ansori ini menjadi instrumen strategis dalam memperluas akses beasiswa perguruan tinggi bagi generasi muda. Program ini menjangkau berbagai jenjang pendidikan (diploma, strata, hingga pascasarjana) yang tersebar di perguruan tinggi lokal, seperti Universitas Teknologi Sumbawa (UTS), Universitas Samawa (UNSA), dan Akademi Komunitas Olat Maras (AKOM).
Selain beasiswa umum Sumbawa, Pemerintah Kabupaten Sumbawa juga memberikan perhatian khusus pada sektor strategis dengan mengalokasikan anggaran Rp2,5 miliar untuk mendukung 15 mahasiswa berprestasi di bidang Kedokteran dan Farmasi. Langkah alokasi beasiswa kedokteran Sumbawa ini diharapkan mampu mencetak tenaga medis dan farmasi berkualitas yang siap mengabdi untuk meningkatkan pelayanan kesehatan daerah.
Sekretaris Bapperida Kabupaten Sumbawa, Dwi Rahayu Ratih Wulandari, menjelaskan bahwa anggaran Rp50 juta yang tercantum dalam laporan capaian program prioritas merupakan biaya pembuatan fisik Kartu Sumbawa Pintar bagi 459 mahasiswa penerima manfaat. Identitas resmi KSP ini diterbitkan oleh Pemerintah Kabupaten Sumbawa agar tata kelola pencairan beasiswa daerah menjadi lebih tertib, akuntabel, dan tepat sasaran.
Sebagai perwakilan rakyat di DPRD, Zulfikar Demitry berkomitmen untuk terus mendukung kebijakan pendidikan Sumbawa melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan. “Harapannya, program beasiswa KSP ini semakin tepat sasaran, transparan, dan mampu menjangkau lebih banyak anak-anak Sumbawa yang berpotensi namun menghadapi keterbatasan ekonomi,” tambahnya.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Sumbawa berencana memperluas jangkauan program Kartu Sumbawa Pintar (KSP), termasuk menyiapkan program pendampingan kerja bagi para alumni penerima beasiswa. Pemetaan kebutuhan tenaga kerja daerah akan dilakukan guna memastikan para lulusan penerima beasiswa Sumbawa dapat langsung berkontribusi di dunia kerja.
Bagi Zulfikar Demitry, pendidikan Kabupaten Sumbawa adalah jalan utama menuju perubahan dan kemajuan daerah secara berkelanjutan. “Membangun Sumbawa dimulai dari membangun manusianya. Mari terus bergerak, karena setiap kesempatan belajar melalui Kartu Sumbawa Pintar adalah harapan baru bagi Tana Samawa,” pungkas Zulfikar.
Dengan sinergi yang kuat antara Pemkab Sumbawa dan DPRD, keberlanjutan program Kartu Sumbawa Pintar diharapkan terus membawa multiplier effect positif bagi peningkatan kualitas SDM dan perekonomian daerah di masa depan. (KS)













