SUMBAWA,Kliksumbawa.com (21 September 2026)- Program Kampung Gizi di Dusun Ai Limung, Desa Pungkit, Kecamatan Moyo Utara, mulai menunjukkan hasil nyata. Sejumlah warga kini telah memanen sayuran yang ditanam melalui program pemanfaatan pekarangan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan gizi keluarga.

Ketua TP PKK Kabupaten Sumbawa, Hj. Ida Fitria Jarot, SE, melakukan monitoring langsung terhadap pelaksanaan Program Kampung Gizi di Dusun Ai Limung. Monitoring tersebut dilakukan untuk melihat perkembangan tanaman sekaligus memastikan program memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Program Kampung Gizi di Dusun Ai Limung mencakup 150 rumah tangga dengan dukungan sebanyak 2.936 polybag yang dimanfaatkan untuk menanam berbagai jenis tanaman sayuran.
Bibit yang digunakan berasal dari sejumlah pihak. TP PKK Kecamatan Moyo Utara memberikan bibit kangkung dan sawi, sementara bibit jagung diperoleh dari PT Giri. Dukungan lainnya berasal dari Dinas Pertanian berupa bibit cabai dan terong, masing-masing sebanyak 100 pohon. Selain itu, PT Giri juga memberikan bantuan polybag untuk mendukung pelaksanaan program.
Saat monitoring berlangsung, terlihat sebagian besar masyarakat di Dusun Ai Limung telah berhasil memanen sayuran yang ditanam. Hasil panen tersebut tidak hanya menjadi bukti keberhasilan program, tetapi juga langsung dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga.
Salah seorang warga penerima bibit mengaku senang karena bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan langsung di pekarangan rumah.
Kami sangat bersyukur mendapat bantuan bibit dan polybag. Awalnya kami hanya mencoba menanam di depan rumah, sekarang sudah bisa dipanen untuk kebutuhan sehari-hari. Jadi kalau mau masak, tinggal ambil sayuran di pekarangan, ungkap salah seorang warga.
Hasil panen tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa pemanfaatan pekarangan melalui media polybag dapat menjadi langkah sederhana namun produktif dalam mendukung ketersediaan pangan dan gizi keluarga.
Melalui program ini, TP PKK Kabupaten Sumbawa mendorong agar gerakan pemanfaatan pekarangan terus dikembangkan secara berkelanjutan. Hasil panen diharapkan dapat dikonsumsi langsung oleh keluarga sehingga membantu memenuhi kebutuhan gizi harian sekaligus mengurangi pengeluaran rumah tangga untuk membeli sayuran.
Monitoring ini sekaligus menjadi momentum untuk melihat secara langsung partisipasi masyarakat dan perkembangan tanaman yang telah dibudidayakan.
Camat Moyo Utara, Awaluddin Safari, SH selaku pembina turut mengapresiasi pelaksanaan Program Kampung Gizi di Dusun Ai Limung. Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari bantuan bibit dan polybag, tetapi terutama dari sejauh mana masyarakat mampu melanjutkan kegiatan secara mandiri.
Kami sangat mengapresiasi Program Kampung Gizi ini karena masyarakat tidak hanya menerima bantuan, tetapi langsung memanfaatkannya untuk menanam dan menghasilkan pangan bagi keluarga. Ini merupakan kegiatan yang sederhana, tetapi manfaatnya sangat dirasakan masyarakat, kata Camat Moyo Utara.
Ia berharap masyarakat dapat mempertahankan kegiatan tersebut meskipun bantuan awal telah selesai dimanfaatkan.
Harapan kami, kegiatan ini tidak berhenti setelah panen. Bibit yang sudah ada bisa dikembangkan kembali, sehingga masyarakat dapat terus menanam dan memanfaatkan pekarangannya untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga, tambahnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Sumbawa menekankan pentingnya keberlanjutan Kampung Gizi sebagai gerakan bersama dalam pemanfaatan pekarangan dan pemenuhan kebutuhan pangan keluarga.
Kampung Gizi ini menunjukkan bahwa pekarangan rumah dapat menjadi sumber pangan keluarga. Yang penting adalah bagaimana masyarakat terus merawat, memanen dan mengembangkan tanaman yang ada, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan, pesan Ketua TP PKK Kabupaten Sumbawa.
Program Kampung Gizi Ai Limung menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara TP PKK, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, Dinas Pertanian, dunia usaha dan masyarakat. Dengan dukungan tersebut, pemanfaatan pekarangan diharapkan tidak hanya menghasilkan sayuran, tetapi juga memperkuat kesadaran keluarga terhadap pentingnya pangan bergizi. (ks)













