​Sumbawa Catat Pertumbuhan Ekonomi 4,12% di 2025, Wabup: Kemajuan Harus Sejalan dengan Penguatan Jati Diri

SUMBAWA, Kliksumbawa.com (26 September 2026)- Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sumbawa tercatat mencapai 4,12 persen pada tahun 2025. Capaian positif ini disampaikan oleh Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, saat menghadiri agenda Silatulfikri 99 Tokoh Tana Samawa di Pondok Pesantren Dea Malela, Lenangguar, Sumbawa, Jumat (25/9/2026).

​Selain pertumbuhan ekonomi, Wabup memaparkan sejumlah indikator pembangunan daerah lainnya yang menunjukkan tren kemajuan. Tingkat kemiskinan di Kabupaten Sumbawa berhasil ditekan turun menjadi 11,79 persen, sementara Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berada pada angka yang sangat rendah, yakni 2,60 persen.

​Di hadapan para tokoh daerah, Wabup menegaskan bahwa indikator ekonomi yang membaik harus diimbangi dengan pembangunan kualitas sumber daya manusia dan penguatan karakter budaya lokal.

​“Pembangunan bukan hanya tentang seberapa besar ekonomi tumbuh, tetapi juga tentang manusia seperti apa yang tumbuh. Kita harus tetap tahu dari mana kita berasal. Taket ko nene, kangila boat lenge harus tetap menjadi kompas,” tegas Wabup Ansori.

​Ia menambahkan, kemajuan pembangunan daerah tidak cukup hanya tertuang dalam dokumen, melainkan harus sejalan dengan penguatan karakter dan jati diri masyarakat agar tercermin dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, forum Silatulfikri dipandang strategis sebagai ruang untuk merumuskan nilai-nilai warisan budaya ‘Tau Samawa’ yang relevan dalam menjawab tantangan masa depan.

​Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Pendiri sekaligus Ketua Pembina Yayasan Pendidikan dan Kebudayaan Dea Malela, Prof. Dr. H. M. Din Syamsuddin, M.A., Rektor Universitas Samawa Prof. Dr. Syaifuddin Iskandar, M.Pd., Ustadz H. Yadi Surya Diputra, S.Sos., M.A. (Ustadz Suryo), serta jajaran tokoh masyarakat Tana Samawa.

​MELALUI pertemuan ini, Wabup berharap agar masyarakat tidak hanya sekadar menggali nilai-nilai masa lalu, tetapi juga kritis menyaring budaya baru sehingga pembangunan ekonomi Sumbawa tetap tangguh tanpa kehilangan jati diri daerah. (ks)

 

 

 

 

Exit mobile version