BIMA, Kliksumbawa.com (5 Oktober 2026)- Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Bima menggelar Training Peningkatan Kapasitas Pemerintah Desa di Wilayah Adat Anggota AMAN di Hotel Camelia, Kota Bima, pada 5–6 Oktober 2026. Kegiatan ini mempertemukan pemerintah desa, kelembagaan masyarakat adat, BUMMA, dan perguruan tinggi untuk memperkuat peran desa dalam pengembangan adat, budaya, dan potensi ekonomi masyarakat adat.
Kegiatan tersebut menghadirkan Kepala Divisi Perluasan Partisipasi Politik Pengurus Besar AMAN (PB AMAN), Yayan Hidayat, sebagai narasumber. Turut hadir fasilitator Dr. Nasrun Annahar, S.Ap., M.A.P., yang pernah menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Desa periode 2019–2024, Kepala DPMDes Kabupaten Bima Drs. H. Masykur, M.M., serta Ketua Pengurus Harian AMAN Bima Ade Mbojo.
Dalam sambutannya, Kepala DPMDes Kabupaten Bima, Drs. H. Masykur, M.M., mengatakan pemerintah desa memiliki banyak ruang untuk mendorong pengembangan adat dan budaya, terutama pada komunitas masyarakat adat yang menjadi anggota AMAN.
Menurut Masykur, pengembangan adat dan budaya tidak cukup ditempatkan sebagai upaya mempertahankan tradisi, tetapi juga dapat menjadi bagian dari pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di tingkat desa.
Sementara itu, Ketua PH AMAN Bima, Ade Mbojo, menegaskan bahwa perjuangan AMAN Bima dilakukan melalui pelayanan dan penguatan kapasitas anggota serta kelembagaan adat.
Ia menyebut penguatan tersebut mencakup sejumlah agenda strategis, mulai dari fasilitasi pemetaan partisipatif wilayah adat, penguatan ekonomi masyarakat adat, Advokasi, hingga pendidikan adat.
“AMAN Bima terus berupaya hadir melayani anggota dan memperkuat kelembagaan adat. Pemetaan partisipatif wilayah adat, penguatan ekonomi, dan pendidikan adat menjadi bagian penting dalam memastikan masyarakat adat memiliki kapasitas untuk mengelola wilayah dan sumber dayanya, ujar Ade.
Ia menambahkan, penguatan kelembagaan adat membutuhkan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah desa. Desa dinilai memiliki posisi penting karena bersentuhan langsung dengan masyarakat adat dan memiliki ruang untuk mendukung pengembangan potensi lokal.
Training ini diikuti 10 pemerintah desa di wilayah adat anggota AMAN. Peserta berasal dari unsur kepala desa, sekretaris desa dan Kaur (Kepala Urusan), serta melibatkan BUMMA dan utusan Sekolah Tinggi Pariwisata (STIPAR) Soromandi Bima.
Keterlibatan STIPAR Soromandi Bima merupakan bagian dari kerja sama resmi dengan AMAN. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas masyarakat, pengembangan potensi lokal, serta membuka ruang pengembangan ekonomi dan pariwisata berbasis masyarakat adat.
Melalui kegiatan selama dua hari tersebut, AMAN Bima mendorong terbentuknya pemahaman dan kerja sama yang lebih kuat antara pemerintah desa dan masyarakat adat. Penguatan kapasitas diharapkan tidak berhenti pada pelatihan, tetapi berlanjut menjadi langkah konkret dalam memperkuat kelembagaan adat, ekonomi masyarakat, pendidikan adat, dan pengelolaan wilayah adat secara berkelanjutan. (ks)
