SUMBAWA,Kliksumbawa.com (18 Oktober 2026)— Upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Sumbawa tidak bisa lagi dilakukan secara parsial atau sekadar mengandalkan satu instansi. Kerja terpadu lintas sektor serta perubahan pola pikir masyarakat dinilai menjadi kunci utama agar warga keluar dari jerat kemiskinan secara berkelanjutan.
Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., menegaskan bahwa keberhasilan program penanggulangan kemiskinan sangat bergantung pada sinergi erat antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, mitra pembangunan, hingga tingkat masyarakat bawah.
Menurut Bupati Jarot, intervensi pemerintah tidak boleh berhenti pada penyaluran bantuan semata. Peran pendamping lapangan menjadi sangat krusial untuk mendorong perubahan cara pandang (mindset) penerima manfaat agar lebih mandiri dan produktif.
”Pengentasan kemiskinan membutuhkan langkah nyata dan kerja terpadu seluruh pihak. Selain itu, penting bagi pendamping untuk mendorong perubahan pola pikir masyarakat agar tidak bergantung, melainkan bisa lebih mandiri,” tegasnya.
Ia juga menambahkan, setiap program pemberdayaan sosial ekonomi harus dirancang berbasis potensi lokal daerah. Dengan memetakan dan memanfaatkan keunggulan potensi yang ada di setiap wilayah, peluang ekonomi baru dapat terbuka lebar sehingga berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan warga.
Langkah strategis ini kini terus dimatangkan Pemkab Sumbawa bersama jajaran Kementerian Sosial, Bappenas, BRAC International, Pemprov NTB, hingga akademisi. Penguatan Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE) yang sedang dirumuskan diharapkan menghasilkan formulasi kebijakan yang terarah, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat Sumbawa. (KS)
