Kawal Proyek Hilirisasi Unggas, Bupati Sumbawa Temui Dirjen PKH dan Dirut Berdikari di Gorontalo

GORONTALO, Kliksumbawa.com (21 Juni 2026) – Komitmen Pemkab Sumbawa menghadirkan investasi strategis nasional kembali ditegaskan. Di sela Pekan Nasional XVII Petani dan Nelayan PENAS 2026 di Gorontalo, Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P. bertemu Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Dirut PT Berdikari, serta Direktur Hilirisasi untuk membahas percepatan Proyek Hilirisasi Unggas Terintegrasi di Pulau Sumbawa, Sabtu (20/6/2026)

Bupati Sumbawa hadir bersama Ketua TP PKK Kabupaten Sumbawa Hj. Ida Fitria Syarafuddin Jarot, S.E., Kadis Pertanian, dan Kabag Prokopim. Pertemuan ini membahas realisasi proyek yang sudah masuk Program Strategis Nasional PSN.

“Barusan kami membahas proyek unggas terintegrasi di Sumbawa bersama Dirjen Peternakan, Dirut Berdikari, dan Direktur Hilirisasi. Alhamdulillah, tim dari Kementan dan PT Berdikari akan segera turun ke Sumbawa untuk memastikan kesiapan lahan yang telah diusulkan Pemkab Sumbawa,” ujarnya

Lebih lanjut Bupati Sumbawa menyampaikan, Proyek Hilirisasi Unggas Terintegrasi bernilai sekitar Rp1,2 hingga Rp1,7 triliun. Digarap BUMN melalui ID FOOD dan PT Berdikari dengan dukungan Danantara.

Proyek ini membangun rantai industri ayam terpadu: mulai pembibitan, produksi pakan, budidaya, rumah potong unggas RPU, pengolahan hasil, hingga distribusi.

“Proyek ini akan memberi dampak ekonomi besar. Selain buka lapangan kerja baru, juga memperkuat ekosistem peternakan rakyat dan dorong tumbuhnya industri turunan di Sumbawa,” ucapya

Untuk percepatan, Pemkab Sumbawa menyiapkan beberapa alternatif lokasi. Selain Desa Serading, Kecamatan Moyo Hilir sebagai lokasi awal, Pemkab juga menyiapkan kawasan Teluk Santong, Bangkong, dan Kerato.

“Kami ingin proyek strategis ini tetap di Sumbawa dan segera direalisasikan. Berbagai alternatif lahan kami siapkan agar prosesnya cepat dan sesuai kebutuhan investor,” tegasnya

Berdasarkan komunikasi dengan pemerintah pusat dan pelaksana proyek, pengembangan industri unggas terintegrasi tetap di Pulau Sumbawa dengan pembagian peran antara Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Bima.

“Kami optimistis proyek ini jadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi baru di Pulau Sumbawa sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai sentra peternakan unggas nasional,”tutupnya. (KS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *