JAKARTA,Kliksumbawa.com (3 November 2026)– Akses perekonomian, pendidikan, dan pelayanan kesehatan warga Kecamatan Moyo Hulu mendesak untuk segera dipulihkan pascabencana yang merusak Jembatan Lito pada 2023 lalu. Menanggapi kondisi vital tersebut, Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., memboyong usulan Dana Hibah Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR) langsung ke Kantor BNPB RI di Jakarta, Selasa (3/11/2026).
Bupati Jarot menegaskan, perbaikan Jembatan Lito tidak bisa ditunda lagi karena posisinya sebagai urat nadi mobilitas warga antarwilayah. Kerusakan infrastruktur ini dinilai berdampak langsung terhadap perputaran ekonomi lokal hingga akses layanan dasar masyarakat.
“Jembatan ini bukan sekadar sarana penghubung, tetapi urat nadi aktivitas warga. Ketika akses terganggu, distribusi hasil ekonomi, sekolah, hingga layanan kesehatan ikut terdampak. Karena itu, percepatan penanganannya sangat mendesak,” tegas Jarot.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Sumbawa didampingi Wakil Ketua I DPRD serta Kalak BPBD Kabupaten Sumbawa. Rombongan Pemkab Sumbawa diterima secara resmi oleh Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, Dr. Ir. Afrial Rosya, M.A., M.Si.
Selain memperjuangkan alokasi dana perbaikan Jembatan Lito, Pemkab Sumbawa turut menyodorkan sejumlah usulan penunjang lainnya. Di antaranya penambahan sarana sumur bor untuk krisis air bersih warga serta armada kendaraan operasional penanganan bencana di daerah.
Pemerintah Kabupaten Sumbawa berharap BNPB dapat menindaklanjuti dan memfasilitasi usulan hibah tersebut sesuai ketentuan yang berlaku demi percepatan pemulihan pascabencana di daerah. (KS)













