SUMBAWA,Kliksumbawa.com (31 Oktober 2026)— Kenaikan harga bumbu dapur dan ancaman stunting pada anak kini tak lagi hanya menjadi urusan dinas teknis semata. Dapur dan pekarangan rumah tangga kini ditempatkan di garda terdepan sebagai solusi instan masalah ekonomi dan kesehatan masyarakat di Kabupaten Sumbawa.
Pesan kuat ini mengemuka saat Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 di Aula Madilaoe Kantar Bupati Sumbawa, Jumat (30/10/2026). Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., mendorong jajaran Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) untuk beralih dari sekadar agenda seremonial menuju gerakan ekonomi riil berbasis rumah tangga.
Bupati H. Jarot menggarisbawahi bahwa kemandirian pangan tak harus menunggu penguasaan lahan hektaran. Dengan memanfaatkan polibag atau pot di sekitar pekarangan rumah, setiap keluarga bisa memproduksi bahan pokok harian seperti cabai, terong, kelor, dan sayuran hijau sendiri.
“Ketahanan pangan itu dimulainya dari rumah. Kalau hanya butuh cabai atau bumbu dapur, masyarakat tidak perlu terus-terusan mengandalkan beli di pasar,” kata H. Jarot di hadapan ratusan kader.
Pekarangan Produktif: Pangkas Stunting dan Alih Fungsi Lahan Jagung
Langkah memanfaatkan pekarangan ini beririsan langsung dengan dua agenda besar Pemkab Sumbawa: penanganan stunting dan program Sumbawa Hijau Lestari. Menurut Bupati, pemenuhan gizi seimbang anak guna mencegah stunting dapat disokong langsung dari hasil petikan tanaman pekarangan yang segar dan bebas bahan kimia.
Guna memperkuat sektor ekonomi jangka panjang, Bupati juga melontarkan gagasan pemanfaatan lahan yang berani. Masyarakat diimbau mulai memikirkan diversifikasi tanaman dengan mengalihkan sebagian lahan yang selama ini didominasi tanaman jagung ke komoditas buah bernilai tinggi seperti durian, kelengkeng, mangga, dan matoa.
“Kerja intervensi stunting dan pangan ini tidak bisa jalan sendiri-sendiri. Dinas Kesehatan, PMD, Pertanian, hingga Lingkungan Hidup wajib membackup gerakan yang dimotori kader PKK di tingkat desa ini,” lanjutnya.
Benteng Moral Keluarga di Era Digital
Selain urusan isi piring dan pendapatan keluarga, Peringatan HKG PKK ke-54 yang mengusung sinergi program nasional Asta Cita ini turut menyoroti makin besarnya ancaman sosial terhadap anak.
Membacakan arahan Ketua Umum TP PKK Pusat Ny. Tri Suswati Tito Karnavian, Ketua TP PKK Sumbawa Hj. Ida Fitria menekankan pentingnya penguatan Pola Asuh Anak dan Remaja (PAAR). Di era maraknya teknologi digital, perundungan (bullying), hingga peredaran narkoba, ketahanan keluarga menjadi filter pertama sebelum anak berinteraksi dengan lingkungan luar.
Bupati H. Jarot pun meminta dukungan aparat penegak hukum seperti TNI, Polri, dan BNN untuk berjalan berdampingan dengan para orang tua. Komunikasi terbuka di dalam rumah dinilai sebagai kunci utama memagari generasi muda Sumbawa menuju Indonesia Emas 2045. (KS,)













