SUMBAWA (12 November 2025) – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Sumbawa mengimbau para petani agar segera menyiapkan lahan untuk penanaman padi menghadapi puncak musim hujan pertama tahun 2025–2026. Langkah ini dinilai penting guna mendukung upaya pemerintah daerah mencapai swasembada pangan.
Kepala Distan Sumbawa, Ir. Ni Wayan Rusmawati, menjelaskan bahwa target luas tanam padi untuk musim tanam tahun ini mencapai 73.281 hektare. Namun hingga saat ini, realisasi baru sekitar 566 hektare.
“Kami berharap para petani bisa segera melakukan pengolahan dan penanaman lahan agar target yang sudah ditetapkan dapat tercapai,” ujarnya.
Selain persiapan lahan, Distan juga mengingatkan agar petani segera menebus pupuk dan benih sesuai dengan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang telah disusun. Hal ini penting agar tidak terjadi kelangkaan pupuk di saat waktu tanam tiba.
“Jangan sampai nanti ketika waktunya menanam, pupuk di distributor sudah habis. Jadi segera ditebus sesuai kebutuhan,” tambah Wayan.
Meski curah hujan mulai meningkat di sejumlah wilayah, Distan tetap mengingatkan petani agar tidak menyalahi pola tanam yang telah ditetapkan. Menurut Wayan, spekulasi terhadap kondisi cuaca justru bisa merugikan petani sendiri.
“Pola tanam harus tetap diikuti. Jangan asal menanam hanya karena sudah turun hujan, sebab bisa berdampak pada munculnya hama dan penyakit tanaman,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya memilih varietas padi unggul yang tahan terhadap penyakit seperti blas dan tungro, yang biasanya menyerang di musim penghujan.
“Sekarang sudah banyak tersedia benih unggul yang lebih adaptif terhadap kondisi hujan dan tahan penyakit. Itu yang sebaiknya dipilih,” pungkasnya. (IM)













