SUMBAWA, Kliksumbawa.com (26 November 2025)- Ririn Yuliana (28) guru kelas awal di SLBN 1 Sumbawa, NTB merancang media pembelajaran yang inklusif bagi siswa berkebutuhan khusus.
“Saya percaya bahwa semua anak dengan kebutuhan khusus berhak mendapatkan pendidikan berkualitas yang inklusif. Guru sebagai fasilitator harus menemukan beragam solusi itu,” kata Ririn saat dikonfirmasi Selasa (25/11/2025).
Melalui inovasi media pembelajaran papan eatlis, Ririn meraih juara 1 Lomba Anugerah Guru Prima (AGP) Tingkat Nasional Kategori SD tahun 2025.
Lomba yang digelar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ini menjadi kado terbaik bagi Ririn pada Hari Guru Nasional 2025 dirayakan setiap tanggal 25 November.
Ririn percaya media pembelajaran papan edukasi asa keterampilan menulis (Papan Eatlis) dapat menjembatani siswanya dengan difabel grahita dan down syndrome serta hiperaktif menulis huruf dan angka belajar sambil bermain.
“Papan eatlis adalah sebuah papan media edukasi yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan menulis siswa kebutuhan khusus. Hajatnya dimainkan sambil belajar. Berfungsi juga sebagai jembatan komunikasi dengan siswa,” ungkap Ririn.
Setelah menerapkan inovasi media ini sambungnya, terbukti efektif dalam pembelajaran bermakna bagi siswa dengan beragam kebutuhan khusus, seperti difabel grahita, down syndrome, dan hiperaktif di kelas satu SDN-LB Sumbawa.
“Media ini membantu siswa berkebutuhan khusus kelas satu dalam tahapan pra menulis khususnya melatih motorik halus, fokus mata, dan gerakan tangan,” cerita Ririn.
Disebutkan, papan eatlis berbentuk papan yang dilengkapi lampu LED menyerupai rasi bintang.
Ia menjelaskan, dengan media ini anak-anak dapat menghubungkan titik-titik seperti menggambar rasi bintang, belajar mengikuti bentuk pola, menjepit, yang semuanya melatih keterampilan pra menulis dalam satu media.
Mengatasi Tantangan Belajar Menulis
Ririn mengungkapkan bahwa siswa difabel Grahita menghadapi tantangan dalam pembelajaran menulis seperti cepat bosan, sulit fokus, kertas biasa atau buku basah karena air liur dan tantangan lainnya.
Dengan media papan eatlis sambung Ririn dapat memberikan stimulasi visual yang membantu siswa difabel grahita dan down syndrome serta hiperaktif belajar menulis dan mengenal huruf.
“Kebetulan murid-murid saya memiliki hambatan dalam menulis. Jadi, saya membuat media ini untuk membantu mereka,” sebut Ririn.
Awalnya, Ririn tidak berniat mengikuti lomba tingkat nasional ini. Namun, dukungan dari kepala sekolah memotivasinya untuk terus maju.
Begitu pula dukungan yang sama dari PGRI Kabupaten Sumbawa sangat berarti bagi Ririn.
“Alhamdulillah, dari proses panjang, saya bisa meraih juara,” ujar Ririn.
Tantangan utama yang dihadapi Ririn adalah kesulitan siswa dalam belajar menulis karena kebutuhan khusus yang mereka miliki.
Ia menyesuaikan metode pembelajaran dengan kebutuhan siswa di kelas 1 SDN LB Sumbawa.
“Saya sudah menjadi guru sejak 2019, saat itu mengajar di Jakarta selesai lulus kuliah disana, kemudian pindah ke Lombok dan akhirnya diterima PPPK di SLBN Sumbawa pada 2022,” jelasnya.
Selain mengajar di SDLB, Ririn juga membantu mengajar keterampilan membuat kerajinan dan menjahit di SMP-LB dan SMA-LB.
Harapan untuk Pendidikan Inklusif
Ririn memiliki harapan besar terhadap pendidikan bagi siswa berkebutuhan khusus.
Ia berkomitmen dan terus berinovasi dalam menciptakan media pembelajaran yang sesuai dengan anak kebutuhan khusus terutama kemampuan literasi dasar yaitu menulis dan membaca.
Ririn berharap pemerintah lebih memperhatikan kebutuhan bahan media pembelajaran anak-anak dengan kebutuhan khusus.
Selain itu, ia mendorong adanya pelatihan yang berkelanjutan dalam pembuatan media dan strategi pembelajaran bagi guru di sekolah luar biasa.
“Dari media pembelajaran yang dibuat, anak-anak dengan kebutuhan khusus lebih mudah belajar dan kini pelan-pelan perkembangan anak-anak sangat pesat bisa menulis huruf,” katanya.
Ia mengajak guru untuk berpikir kreatif dan solutif dalam memfasilitasi pembelajaran di kelas inklusif.
Kisah Ririn Yuliana adalah bukti nyata bahwa dengan inovasi dan dedikasi, media pembelajaran inklusif dapat memberikan dampak positif bagi siswa berkebutuhan khusus. (KS)













