Oleh : Hendra Atmam
Magister Ilmu Administrasi Publik
Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Perkembangan teknologi yang kini terjadi mulai dirasakan manfaatnya di desa-desa yang jauh dari perkotaan. Jika dulu untuk merasakan akses digital yang terkadang hanya ditemukan di kota atau di pusat kecamatan dan sekolah tertentu, maka kini layanan tersebut mulai dirasakan hingga tingkat desa. Perkembangan teknologi ini tentu membawa suatu perubahan terhadap aktivitas manusia bahkan pada tata kelola pemerintahan terlihat pelayanan yang beralih pada layanan digital. Perubahan tatanan ini menandai suatu proses yang disebut Smart City, bukan sekedar sebutan saja tetapi juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang berada diperdesaan untuk dapat merasakan pelayanan publik yang lebih mudah dijangkau, transparan, efisien bahkan dapat memberikan masyarakat turut berpartisipasi dalam peningkatan kualitas pelayanan publik.
Perubahan terlihat dalam sektor pelayanan publik. Di berbagai desa yang telah terjangkau jaringan internet menjadikannya suatu peluang digitalisasi pelayanan publik, layanan administrasi yang sebelumnya bersifat konvensional kini berbasis daring, masyarakat desa yang ingin membuat pengaduan tidak lagi harus datang ke kantor, sistem pengaduan telah hadir dalam bentuk sistem informasi portal pengaduan yang bisa diakses dari rumah, informasi pembangunan dan penggunaan anggaran desa pun kini bisa diakses secara terbuka melaluiy portal yang telah disediakan sehingga ini memperkuat sistem transparansi pemerintah desa untuk diawasi langsung oleh masyarakat. Teknologi ini hadir sebagai jembatan yang mempersingkat birokrasi dan membuat masyarakat turut berpartisipasi dalam pembangunan desanya.
Di sisi ekonomi kemajuan teknologi memberikan dorongan besar terhadap pertumbuhan UMKM lokal.y Para pelaku usaha yang dulunya menunggu pelanggan datang denganyy sendirinya ditempat jualan kini dengan mudah dapat memanfaatkan media sosial ataupun platform digital untuk memperkenalkan produknya dalam waktu yang singkat dan kepada masyarakat luas. Pemerintah daerah mengambil peran penting dalam mendampingi UMKM agar dapat bertumbuh dengan memberikan pelatihan literasi digital sehingga masyarakat semakin siap memanfaatkan peluang ekonomi digital ini yang dapat membuka pintu bagi pelaku UMKM untuk menjangkau pasar tidak hanya dalam daerah tetapi di luar daerah bahkan nasional.
Perkembangan teknologi ini sangat dirasakan pada dunia pendidikan dan terus mendorong dunia pendidikan untuk berinovasi dan beradaptasi dengan cepat pada setiap perubahan yang terjadi.g Akses internet yang sudah menjangkau desa memungkinkan guru dan siswa dapat mengunduh materi pembelajaran, mengikuti berbagai seminar atau pelatihan secara daring, dan berinovasi dalam berbagai sistem pembelajaran berbasis digital. Mesti jaringan internet belum merata sepenuhnya di desa-desa, peningkatan literasi digital perlu dilakukan sedini mungkin dalam membentuk generasi yang adaptif terhadap teknologi dan memanfaatkannya sebagai peluang pembelajaran yang lebih inovatif.
Menuju desa cerdas tentu akan ada tantangan yang dihadapi, tingkat pengetahuan dan pemahaman masyarakat yang beragam, jangkauan internet pada tiap desa yang belum merata menjadi tantangan tersendiri untuk mewujudkan desa cerdas dengan digitalisasi pelayanan publik menyeluruh, selain itu koordinasi antarinstansi dalam implementasi smart city masih memerlukan penguatan kelembagaan. Tantangan yang dihadapi ini menandakan bahwa dukungan kebijakan dari pemerintah daerah perlu dibuat agar dapat mengoptimalkan kemajuan teknologi ini dalam memberikan pelayanan publik yang lebih cepat, dan mudah diakses masyarakat.
Meski demikian dengan perkembangan teknologi ini masa depan desa-desa terlihat menjanjikan dengan konsistennya pembangunan yang dilakukan pemerintah daerah dan desa, adanya perhatian serius terhadap pembangunan infrastruktur digital, peningkatan sumber daya manusia, desa-desa memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi desa cerdas yang mandiri. Teknologi kini telah menjadi bagian dari keseharian kehidupan masyarakat yang bisa saja meningkatkan kualitas hidup, meningkatkan ekonomi lokal, dan tata kelola yang lebih terbuka.
Perubahan ini menjadi modal besar desa menuju wilayah cerdas yang biasa disebut smart city karena smart city bukan hanya milik pusat kota. Kini dimulai dari desa-desa, dari masyarakat yang sadar akan pentingnya beradaptasi di era digital yang akan merubah wajah di desa.













