Wabup Ansori Yakinkan Prof. Stella: Lahan SMA Garuda di Sumbawa Sangat Strategis dan Siap Bangun

Oplus_16908288

SUMBAWA, Kliksumbawa.com (8 Januari 2026)– Rencana pemerintah pusat membangun SMA Garuda di Pulau Sumbawa disambut positif oleh Pemerintah Kabupaten Sumbawa. Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, menilai lokasi ini sebagai pilihan yang sangat strategis untuk menebar akses pendidikan berkualitas di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan dan perhatian pemerintah pusat ini. Dari sepuluh kabupaten/kota di NTB, kami berharap Pulau Sumbawa, khususnya Kabupaten Sumbawa, yang terpilih,” ujar Wabup saat mendampingi Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Stella Christie, Ph.D meninjau calon lokasi pembangunan SMA Garuda di Samota, Kamis (8/1/26).

Ia memaparkan keunggulan geografis Sumbawa. Berada di tengah gugusan NTB dengan wilayah yang luas dan aksesibilitas tinggi, Sumbawa dinilai mampu menjadi episentrum pendidikan yang menjangkau daerah lebih luas. “Pulau Sumbawa sendiri terdiri atas lima kabupaten. Keberadaan SMA Garuda di sini akan bersifat strategis dan berdampak multiplier bagi kemajuan pendidikan di seluruh pulau,” tegasnya.

Lebih dari sekadar lokasi, Wabup Ansori menekankan bahwa kehadiran SMA Garuda adalah sebuah kebutuhan mendesak bagi NTB. Sekolah unggulan ini diharapkan dapat memperluas akses pendidikan menengah berkualitas tinggi, khususnya untuk menyaring dan mengembangkan talenta-talenta muda berprestasi dari wilayah 3T (Terluar, Terdalam, Tertinggal) dan berbagai penjuru daerah.

“Kami meyakini NTB sangat membutuhkan sekolah-sekolah berkaliber seperti SMA Garuda. Ini sejalan dengan kebutuhan daerah dalam menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap bersaing di kancah nasional dan global,” jelas Haji Ansori.

Wabup Ansori melihat visi pendidikan ini beririsan langsung dengan cita-cita besar bangsa. Ia meyakini bahwa SMA Garuda dapat menjadi kawah candradimuka untuk melahirkan generasi penerus yang berkontribusi mewujudkan Indonesia Emas 2045. “Sekolah ini diharapkan mampu melahirkan anak-anak bangsa yang berkualitas, berkarakter, dan menjadi calon-calon pemimpin di masa depan,” imbuhnya.

Wabup Ansori juga menghubungkan rencana pembangunan ini dengan program strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto di bidang pendidikan. Ia menyatakan komitmen dukungan penuh dan berharap program tersebut dapat segera direalisasikan di tanah Sumbawa.

“Mudah-mudahan program Bapak Presiden ini dapat terwujud dengan baik. SMA Garuda di Sumbawa kami harap tidak hanya menjadi simbol keunggulan akademik, tetapi juga menjadi benteng untuk membina jiwa kepemimpinan dan kebangsaan,” pungkas Wabup Ansori.

Dukungan penuh dari pemerintah daerah ini menandakan kesiapan Sumbawa sebagai tuan rumah. Harapannya, SMA Garuda tidak hanya akan mengukir prestasi di papan nilai, tetapi juga menjadi magnet dan motor penggerak peningkatan kualitas pendidikan serta pembangunan SDM unggul dari jantung wilayah Nusa Tenggara Barat. Realisasi proyek ini dinanti sebagai langkah konkret menuju pemerataan pendidikan berkelas nasional.

Sebagai bentuk kesiapan konkret, Pemerintah Kabupaten Sumbawa telah menyiapkan dua alternatif lokasi strategis. Opsi pertama adalah lahan milik Pemkab Sumbawa seluas 20 hektare yang berlokasi di Desa Kerekeh, Kecamatan Unter Iwes, bersebelahan dengan markas Batalyon Infanteri TP. Opsi kedua berada di kawasan Samota, dengan luas lahan 20 hektare bersebelahan dengan lokasi Sirkuit MXGP, Sport Center dan rencana lokasi pembangunan Batalyon Marinir.

Pada kesempatan tersebut, Prof. Stella menjelaskan bahwa pembangunan SMA Unggul Garuda merupakan visi langsung Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang telah digagas sejak Februari 2024 dan diajukan secara resmi pada Mei 2024. Program ini dirancang untuk membuka akses pendidikan menengah berkualitas tinggi bagi putra-putri terbaik bangsa dari seluruh Indonesia, tanpa memandang latar belakang sosial maupun ekonomi.

Anggaran pembangunan satu unit SMA Unggul Garuda diperkirakan berada pada kisaran Rp213 miliar hingga Rp250 miliar. Sekolah ini akan menerapkan kurikulum nasional yang diperkaya dengan standar internasional, dilengkapi sistem asrama (boarding school), serta memberikan beasiswa penuh kepada seluruh peserta didik yang direkrut melalui seleksi nasional yang ketat dan transparan.

Lebih lanjut, Prof. Stella menegaskan bahwa Sekolah Unggul Garuda dibangun di atas tiga pilar utama, yakni pemerataan akses pendidikan berkualitas, pengembangan sekolah sebagai inkubator calon pemimpin bangsa, serta penguatan prestasi akademik yang berpadu dengan pengabdian kepada masyarakat. Pembangunan sekolah di daerah dinilai penting agar peserta didik dapat berinteraksi langsung dengan lingkungan sekitar dan memberi dampak sosial-ekonomi yang positif.

Pemerintah pusat juga telah menyiapkan dukungan lanjutan berupa anggaran untuk melanjutkan pendidikan lulusan SMA Unggul Garuda ke universitas-universitas terbaik dunia. Jejaring dengan berbagai perguruan tinggi top global telah dibangun untuk memastikan lulusan memiliki daya saing internasional sekaligus komitmen kuat dalam membangun Indonesia.

Selain pembangunan sekolah baru, pemerintah turut mengembangkan program Sekolah Garuda Transformasi, yakni penguatan sekolah-sekolah berprestasi yang telah ada, agar mampu bersaing masuk universitas kelas dunia. Secara nasional, ditargetkan pembangunan 20 SMA Unggul Garuda dengan 4 sekolah di antaranya telah memasuki tahap pembangunan, dan 80 Sekolah Garuda Transformasi.

Sebagai bagian dari rangkaian kunjungan, Prof. Stella bersama Bupati dan wakil Bupati Sumbawa dan jajaran meninjau langsung kawasan Samota yang menjadi salah satu alternatif utama lokasi pembangunan. Kawasan ini dinilai strategis karena berdekatan dengan Kawasan Ekonomi Khusus Samota serta memiliki keunggulan lanskap alam dengan panorama laut Teluk Saleh. Dalam peninjauan tersebut, Prof. Stella tampak antusias dan menilai kawasan Samota memiliki potensi kuat untuk mendukung ekosistem pendidikan unggulan bertaraf nasional dan internasional. Adapun peninjauan alternatif lokasi di Desa Kerekeh dijadwalkan pada Jum’at, 9 Januari 2026.

Dengan seluruh kesiapan tersebut, Kabupaten Sumbawa menegaskan posisinya sebagai daerah yang siap secara teknis, administratif, dan sosial untuk menjadi tuan rumah SMA Unggul Garuda, sekaligus berkontribusi langsung dalam agenda besar pembangunan sumber daya manusia unggul Indonesia. (KS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *