Hampir Setahun Tak Ngantor, Keberadaan KUPT Peternakan Orong Telu Dipertanyakan Warga

ilustrasi

SUMBAWA, Kliksumbawa.com (11 Februari 2026)– Pelayanan publik di sektor peternakan Kecamatan Orong Telu mendapat sorotan. Warga Desa Senawang mengeluhkan ketidakhadiran Kepala Kantor Unit Pelaksana Teknis (KUPT) Peternakan setempat yang diduga telah meninggalkan tugas dalam waktu yang sangat lama.

Adon, salah satu tokoh warga setempat, mengungkapkan kekecewaannya lantaran pejabat yang bersangkutan hampir tidak pernah menginjakkan kaki di kantor selama kurang lebih satu tahun terakhir. Ketidakhadiran ini memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat mengenai integritas dan proses absensi pegawai tersebut.

“Dari tahun 2025 beliau tidak pernah masuk kantor. Bahkan di awal tahun 2026 ini, kami belum melihat beliau hadir di Orong Telu,” ungkap Adon dengan nada kecewa.

Menanggapi laporan tersebut, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Sumbawa, Saifuddin, S.P., memberikan klarifikasi pada Jumat (6/2/2026). Ia mengaku selama ini belum menerima laporan resmi terkait kondisi tersebut secara mendetail.

Saifuddin menegaskan, jika seorang pegawai tidak hadir tanpa keterangan yang sah, maka secara otomatis tunjangannya akan dipotong.

“Setiap pegawai tidak perlu lagi diperintah secara manual. Aturannya jelas, kalau tidak masuk kerja, ya tidak terima TPP,” tegas Kadisnakeswan saat dikonfirmasi.

Meski demikian, Saifuddin mengklaim pihaknya tetap melakukan pemantauan berkala via telepon.

“Kami selalu cek. Saat ditelpon posisi di mana, dia bilang izin di Labangka. Saya sudah tegaskan untuk segera naik ke Kecamatan Orong Telu, dan dia bilang siap,” tambahnya.

Mengingat jarak yang cukup jauh antara tempat tinggal pejabat tersebut di Labangka dengan lokasi tugas di Orong Telu, pihak dinas mempertimbangkan untuk mencari pengganti yang berdomisili lebih dekat guna menjamin kelancaran pelayanan kepada masyarakat.

“Nanti kita panggil. Kita akan cari (pejabat) yang posisinya lebih dekat dengan Orong Telu karena dari Labangka memang cukup jauh,” pungkas Saifuddin.(KS)

Exit mobile version