Esti Wijayati Sampaikan Salam Megawati untuk Warga Sumbawa di Pembukaan Volley Soekarno Cup

SUMBAWA, Kliksumbawa.com (19 Juni 2026) – Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP), MY Esti Wijayanti, secara resmi membuka Turnamen Voli Rakyat “Soekarno Cup” yang digelar di Desa Ngeru, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa, Jumat (19/6).

Turnamen ini digelar sebagai bentuk apresiasi terhadap potensi besar atlet-atlet bola voli asal Sumbawa yang dinilai mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.Dalam sambutannya, Esti Wijayanti menyampaikan bahwa turnamen voli ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Bulan Bung Karno yang jatuh pada bulan Juni.

Ia mengingatkan kembali hubungan emosional yang kuat antara Presiden Pertama RI tersebut dengan masyarakat Sumbawa.

“Bung Karno setidaknya dua kali hadir langsung di Pulau Sumbawa ini pada tahun 1950-an untuk bertemu rakyat. Ada ikatan emosional yang mendalam antara Bung Karno dan Sumbawa,” ujar Esti di hadapan warga dan pengurus DPD serta DPC PDIP yang hadir.

Esti kemudian menjelaskan arti penting bulan Juni sebagai Bulan Bung Karno yang memuat tiga momentum bersejarah bangsa.

Pertama, Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni, di mana Bung Karno berpidato merumuskan dasar negara di depan sidang BPUPKI bersama tokoh-tokoh bangsa seperti Ki Bagus Hadikusuma (Muhammadiyah) dan Kyai Wahid Hasyim (Nahdlatul Ulama).

Kedua, Hari Lahir Bung Karno pada 6 Juni 1901. Ketiga, Hari Wafatnya Sang Proklamator pada 21 Juni 1970.

Terkait turnamen, Esti menjelaskan bahwa bola voli merupakan salah satu olahraga rakyat yang paling diminati di Indonesia setelah sepak bola.

Pihak DPP PDIP sendiri telah merancang roadmap agar kompetisi voli di Sumbawa ini menjadi cikal bakal event besar nasional.

“Saat ini untuk sepak bola Soekarno Cup sudah diikuti oleh 16 provinsi. Untuk voli, kita mulai awal jalannya dari Kabupaten Sumbawa. Insya Allah, dengan dukungan Bapak Ibu sekalian, ini akan menjadi event besar bola voli Soekarno Cup ke depan,” tambahnya.

Melalui turnamen olahraga ini, Esti mengajak masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di bawah ideologi Pancasila dan bingkai NKRI, meskipun berkompetisi secara sengit di lapangan.

“Boleh berbeda kecamatan, tapi kita tetap satu jiwa. Kita jaga Pancasila tetap sebagai ideologi kita,” tegasnya.

Di akhir sambutan, Esti Wijayanti turut menyampaikan salam hormat dan permohonan maaf dari Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, yang berhalangan hadir secara langsung di Sumbawa karena kepadatan jadwalnya.(KS)

Exit mobile version