SUMBAWA,Kliksumbawa.com (21 Agustus 2026)- Ketua Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Kabupaten Sumbawa yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Sumbawa, Drs. Mohamad Ansori, memberikan insentif dari kantong pribadi kepada pelatih, official dan atlet sepak takraw Kabupaten Sumbawa bertempat, Jumat (21 Agustus 2026) di Lantai 1 Kantor Bupati Sumbawa.
Pemberian insentif ini sebagai bentuk rasa bangga dan perhatian khusus atas keberhasilan gemilang tim sepak takraw Sumbawa yang sukses memborong 10 medali emas pada ajang Porprov NTB 2026, di luar bonus resmi dari Pemerintah Daerah.
Dalam kesempatan tersebut, H. Ansori menyampaikan bahwa keberhasilan PSTI membawa nama baik Sumbawa merupakan hasil dari kebersamaan dan kerja keras seluruh elemen, mulai dari atlet, pelatih, hingga pengurus. Keberhasilan mengawinkan gelar juara putra dan putri ini sekaligus mencatatkan sejarah baru bagi cabang olahraga sepak takraw di Kabupaten Sumbawa.
Raihan 10 medali emas tersebut juga membuka peluang sangat besar bagi para atlet Sumbawa untuk memperkuat kontingen NTB pada PON 2028 mendatang, sekaligus membentangkan kesempatan bagi Sumbawa untuk menjadi tuan rumah pemusatan latihan maupun ajang kejuaraan regional.
Di samping mengapresiasi kerja keras tim, H. Ansori secara khusus memaparkan rencana kesiapan dan pengembangan fasilitas pendukung, seperti gedung khusus sepak takraw beserta sarana-prasarana pendukung yang modern.
Menurutnya, pemenuhan gedung dan peralatan yang memadai sangat vital untuk menunjang kualitas latihan maupun pemantapan performa atlet agar tidak kalah bersaing di tingkat nasional. Rencana pembangunan fasilitas ini akan terus diupayakan melalui berbagai jalur, baik sinergi dengan pemerintah, program CSR perusahaan, maupun dukungan pihak terkait lainnya demi menciptakan fondasi sejarah jangka panjang bagi regenerasi sepak takraw di Sumbawa.
Lebih lanjut, Mohamad Ansori menekankan pentingnya menjaga konsistensi latihan dan iklim organisasi yang sehat. Seluruh proses pembinaan dan seleksi atlet ke depan diarahkan secara profesional tanpa adanya praktik titipan demi menjaga kekompakan tim.
Menanggapi masa bakti kepengurusan yang telah usai, pimpinan PSTI Sumbawa tersebut juga menyilakan pelaksanaan Musyawarah Kabupaten (Muscab) secara terbuka sesuai aturan yang berlaku untuk menjamin regenerasi atlet dan keberlanjutan prestasi sepak takraw Sumbawa ke depan.
“Alhamdulillah hari ini atlet PSTI Sumbawa melaksanakan silaturahmi sekaligus penerimaan secara resmi para atlet usai bertanding di Porprov NTB 2026. Kami selaku Ketua PSTI Sumbawa mengapresiasi kerja keras para atlet, pelatih dan seluruh yang telah sukses menyapu bersih 10 medali Emas sesuai dengan target,” ujarnya.
Meski pesta kemenangan masih terasa, Haji Ansori mengingatkan para atlet untuk tidak terlena. “Apa yang telah kita perjuangkan dan hasilkan saat ini jangan berpuas diri dan harus terus giat berlatih guna menghadapi PON 2028 mendatang,” tegasnya.
Target besar kini telah dipasang: meraih emas di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII tahun 2028 yang akan digelar di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Haji Ansori memandang Porprov 2026 sebagai batu loncatan penting. “Terus semangat berlatih, apa yang telah diraih di Porprov kemarin menjadi penyemangat untuk terus mengembangkan diri, giat dan semangat karena PON 2028 mendatang sangat terbuka lebar,” ujarnya memberikan motivasi.
Mengenai bonus yang dinantikan para atlet, Haji Ansori memastikan proses pembahasan sedang berjalan. “Bonus Porprov saat sedang dibahas dan In Shaa Allah akan segera direalisasikan,” janjinya.
Untuk menjaga keberlangsungan prestasi, Ketua PSTI mendorong para atlet agar tetap aktif mengikuti berbagai turnamen.
“Ke depan PSTI juga akan membuka seleksi atlet untuk regenerasi karena persaingan semakin ketat antara kabupaten kota maupun provinsi. Tidak hanya itu kita juga persiapkan untuk penunjang sarana prasarana seperti bola, net, seragam atlet mantras, gedung representatif dan lainnya,” beber Haji Ansori.
Menariknya, di tengah fokus pada prestasi, Haji Ansori membuka ruang demokrasi menjelang Musyawarah Cabang PSTI mendatang. Ia mempersilakan siapapun yang memiliki kepedulian terhadap olahraga sepak takraw untuk maju mencalonkan diri sebagai Ketua PSTI Sumbawa. Namun, ia juga menyatakan kesiapannya jika pengurus masih menginginkannya untuk terus memimpin, dengan tetap mengedepankan musyawarah sesuai aturan yang berlaku.
“Target kita sekarang mengejar emas di PON 2028. Tetap semangat dan giat berlatih, In Shaa Allah usaha tidak mengkhianati hasil,” pungkas Haji Ansori. (ks)
