SUMBAWA, Kliksumbawa.com (1 September 2026)- Guna memberikan edukasi serta meningkatkan kesiapsiagaan kepada seluruh staf rumah sakit dalam menghadapi situasi darurat bencana terjadi gempa bumi, BPBD Kabupaten Sumbawa melaksanakan kegiatan simulasi tanggap darurat di Rumah Sakit Abdul Malik Fadjar (RS AMF) PKU Muhammadiyah Sumbawa pada Sabtu, (29/08) lalu.
Menurutnya Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Sumbawa, Muhammad Nurhidayat melalui Kabid Pencegahan dan Kesiapan Siagaan BPBD Kabupaten Sumbawa, Sukiman, ST. mengatakan rumah sakit sebagai institusi pelayanan kesehatan bagi masyarakat merupakan tempat kerja yang memiliki risiko tinggi terhadap keselamatan dan kesehatan sumber daya manusia rumah sakit, pasien, pendamping pasien, pengunjung, maupun lingkungan rumah sakit.
“Berdasarkan hal itu, kami dari BPBD Kabupaten Sumbawa melaksanakan simulasi tanggap darurat gempa bumi di RS AMF PKU Muhammadiyah Sumbawa,” ungkapnya.
Menurutnya kegiatan tersebut merupakan bagian dari program BPBD Kabupaten Sumbawa untuk memberikan edukasi kebencanaan berhubung Kabupaten Sumbawa memiliki riwayat bencana gempa bumi.
“Langkah ini sangat penting dalam membangun budaya sadar bencana di tengah masyarakat, dengan pengetahuan dan keterampilan dalam menghadapi ancaman bencana alam,” tutupnya.
Sementara itu, Direktur RS AMF PKU Muhammadiyah Sumbawa, dr. Selvi mengatakan kegiatan simulasi itu, bertujuan untuk membekali staf rumah sakit dengan keterampilan dasar dalam menghadapi situasi darurat seperti penyelamatan diri, mengevakuasi pasien, serta koordinasi komunikasi yang baik saat terjadi bencana agar meminimalisir adanya korban.
“Dengan adanya kegiatan simulasi tanggap darurat ini, dapat meningkatkan kesiapsiagaan dan pengetahuan seluruh pegawai dan staf yang ada tentang penanggulangan bencana dan juga membentuk kebiasaan serta memberdayakan setiap individu untuk menjadi subjek aktif dalam mitigasi bencana,” tambahnya.
dr. Selvi berharap melalui simulasi, para pegawai tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai mitigasi bencana, tetapi juga dilatih untuk memiliki keterampilan dan respons yang tepat ketika menghadapi situasi darurat.
Dalam simulasi yang dipimpin Kabid Logistik dan Kedaruratan BPBD Kabupaten Sumbawa, Rusdianto dan Pegawai BPBD Kabupaten Sumbawa lainnya suasana panik seketika mewarnai lingkungan rumah sakit abdul malik fadjar pku muhammadiyah sumbawa beberapa detik setelah sirene tanda bahaya berbunyi, seluruh pegawai maupun staf RS AMF PKU Muhammadiyah Sumbawa langsung melakukan tindakan penyelamatan diri termasuk menyelamatkan pasien dengan berlindung di bawah meja maupun tempat tidur rumah sakit.
Setelah situasi dinilai aman, semuanya bergegas keluar ruangan menuju titik kumpul yang telah ditentukan dengan melindungi kepala menggunakana apa saja yang dapat digunakan.(ks)













