SUMBAWA, Kliksumbawa.com (8 September 2026)- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa mendistribusikan ratusan tangki air bersih ke 23 desa di 12 kecamatan yang terdampak krisis air bersih pada puncak musim kemarau sejak 21 September hingga 7 Oktober 2026.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumbawa, Rusdianto AR, membenarkan hal tersebut saat dikonfirmasi, Kamis (08/10/2026).
“Kondisi sumber air menyusut, bahkan mengering. Warga terpaksa menempuh jarak jauh untuk mendapatkan air bersih sehingga kami salurkan bantuan pada warga di 23 desa pada 12 kecamatan,” ujar Rusdianto.
Rincian penyaluran air selama periode 21 September sampai 7 Oktober 2026, penyaluran air bersih mencapai
wilayah Barat 101 tangki, wilayah tengah: 229 tangki dan wilayah timur 201 tangki.
“Wilayah Kabupaten Sumbawa cukup luas, ada total 22 kecamatan yang jaraknya cukup jauh. Jadi kami bagi per Wilayah biar lebih efisien,” ujarnya.
Ia menjelaskan setiap tangki berisi 5 liter air, sehingga total lebih dari 2.655 liter telah disalurkan.
Jumlah ini berpotensi bertambah seiring meluasnya kekeringan, berdasarkan data BMKG bahwa musim kemarau tahun ini lebih panjang dan hujan diprediksi mundur dampak dari el nino.
Sebanyak 12 kecamatan terdampak antara lain Plampang, Unter Iwes, Moyo Utara, Moyo Hulu, Alas Barat, Buer, Lape, Labangka, Lantung, Sumbawa, Lopok, dan Moyo Hilir.
Tercakup 23 desa, antara lain Brang Kolong, Kerato, Kukin, Penyaring, Pungkit, Sebewe, Baru Tahan, Marga Karya, Maman, Mokong, Mapin Beru, Mapin Kebak, Usar Mapin, Labuhan Mapin, Kalabeso, Lape, Dete Hijrah, Labuhan Kuris, Labangka, Suka Damai, Jaya Makmur, Padesa, Uma Sima, Samota, Langam, Lopok, dan Batubangka.
Lebih jauh perhitungan kebutuhan didasarkan pada standar konsumsi 8 liter per orang per hari, disusun sejak Juli hingga Oktober 2026.
BPBD mengirim air melalui truk tangki dan jeriken, dengan prioritas kebutuhan minum dan kebersihan dasar.
“Tiga unit truk tangki siap beroperasi. Jika meluas, kami akan minta dukungan armada dari Polres Sumbawa, PMI, TNI, CSR perbankan, filantropi hingga Baznas,” jelas Rusdianto.
Ia menambahkan, BPBD telah menyiapkan langkah penanganan darurat meliputi pengiriman tangki air, penyaluran air bersih melalui truk tanker, serta pendistribusian jeriken air bersih ke desa-desa yang paling parah terdampak.
“Prioritas utama kami adalah memastikan warga tetap mendapatkan air bersih untuk minum dan kebersihan dasar.
Kami berkoordinasi dengan dinas, lintas lembaga agar bantuan tepat sasaran dan tepat waktu. Namun kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap hemat air dan bijak dalam penggunaannya,” tegasnya.
BPBD terus memantau perkembangan kondisi lapangan setiap hari dan menyesuaikan jumlah bantuan sesuai kebutuhan yang terus berkembang.
“Kami menyadari beban yang dirasakan warga sangat berat. BPBD akan berupaya semaksimal mungkin agar tidak ada warga yang kekurangan air bersih.
Kami juga membuka saluran informasi apabila di desa-desa lain mulai terindikasi kekeringan agar segera masuk dalam daftar prioritas,” ucap Rusdianto.
Sebagai langkah antisipasi lanjutnya, pihaknya menyiapkan tiga unit truk tangki yang siap mendistribusikan air ke daerah terdampak.
Ia mengatakan untuk solusi jangka panjang yaitu sumur bor. Kekeringan dinilai berulang setiap tahun. BPBD telah mengusulkan pembangunan sumur bor di desa rawan kekeringan kepada BNPB sebagai penanganan permanen.
“Kami berupaya maksimal agar tidak ada warga kekurangan air. Masyarakat juga diimbau hemat air. Kami buka saluran laporan jika desa lain mulai terdampak,” pesan Rusdianto.(KS)
