SUMBAWA, Kliksumbawa.com (29 Oktober 2026)— Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP., mengambil langkah tegas dalam merespons ancaman perubahan iklim dan kerusakan lingkungan di wilayahnya. Ia menginstruksikan agar kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Sumbawa dan Plan International Indonesia melalui Program CERAH (Cerdas Kelola Air dan Lahan untuk Keberlanjutan) tidak berakhir sebatas di atas kertas.
Dalam pertemuan lintas sektor di Ruang Rapat H. Hasan Usman Kantor Bupati Sumbawa, Kamis (29/10/2026), Bupati Jarot secara langsung menagih eksekusi konkrit di lapangan yang berdampak langsung bagi masyarakat lokal.
“Pelestarian lingkungan tidak boleh berhenti pada sosialisasi, pelatihan, atau sekadar penyusunan rencana aksi. Harus ada kegiatan nyata yang manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat,” tegas Bupati Jarot di hadapan jajaran perangkat daerah dan tim pendamping program.
Guna menindaklanjuti arahan tersebut, Pemkab Sumbawa menyelaraskan Program CERAH dengan agenda prioritas daerah, Sumbawa Hijau Lestari. Salah satu aksi nyata terdekat yang disiapkan Pemerintah Daerah adalah gerakan masif penanaman dua juta bibit pohon yang dijadwalkan meluncur pada musim penghujan mendatang.
Upaya pemulihan lingkungan ini dirancang secara terintegrasi berdasarkan zonasi wilayah:
Wilayah Hulu dan Tengah (DAS Sumbawa, Moyo, dan Rhee) Difokuskan pada konservasi sumber air, pemulihan lahan kritikal, serta pembuatan percontohan (demplot) agroforestri bagi kelompok tani.
Wilayah Hilir, Penerapan Pertanian Cerdas Iklim (Climate-Smart Agriculture) guna menjaga ketahanan pangan dan ketahanan ekonomi petani lokal.
Bupati Jarot menekankan bahwa pendampingan terhadap 775 peserta dari puluhan kelompok tani yang telah dilatih oleh CERAH harus dikawal hingga memberikan hasil nyata. Pemerintah Daerah siap menyokong keberlanjutan intervensi ini melalui advokasi kebijakan dan alokasi anggaran daerah yang berpihak pada pelestarian lingkungan.
Tak hanya menyasar sektor teknis, gerakan pemulihan lingkungan ini juga secara inklusif melibatkan perempuan, generasi muda, dan kelompok penyandang disabilitas dalam kampanye advokasi pengelolaan air dan lahan.
Langkah agresif Bupati Sumbawa ini menegaskan komitmen Pemkab Sumbawa untuk mengubah peta jalan pelestarian lingkungan dari wacana strategis menjadi aksi nyata yang terukur hingga program berakhir pada 2028 mendatang. (KS)













