SUMBAWA, Kliksumbawa.com (30 Oktober 2026)- Kritik tajam dilayangkan Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa, Roni Pasarani, S.AP, terhadap kinerja Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa. Ia menilai dinas setempat gagal menjemput program strategis cetak sawah baru seluas 2.500 hektare dari pemerintah pusat untuk anggaran tahun 2026.
Roni menegaskan, alasan refocusing anggaran yang sempat mencuat tidak bisa dijadikan dalih atas kegagalan tersebut. Menurutnya, program cetak sawah merupakan prioritas nasional yang bersumber dari APBN di Kementerian Pertanian, bukan APBD.
“Jangan jadikan refocusing anggaran sebagai alasan ketidakmampuan menjemput program cetak sawah baru di pusat tahun 2026 seluas 2.500 hektare. Sementara daerah lain tetap mendapatkan program cetak sawah baru, kenapa Sumbawa tidak?” tegas Roni, Selasa (20/10/2026).
Roni menyebutkan, tugas daerah seharunya melakukan penjemputan bola dengan menyusun proposal, menyiapkan Calon Petani Calon Lokasi (CPCL), serta membangun komunikasi intensif ke Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan.
Melihat potensi lahan tidur Sumbawa yang masih sangat luas sebagai lumbung pangan NTB, ia mendesak Bupati Sumbawa mengevaluasi kinerja Kepala Dinas Pertanian. Selain itu, DPRD Kabupaten Sumbawa juga diminta memanggil pihak dinas untuk memberikan penjelasan secara terbuka.
“Kalau dinasnya tidak mampu menjemput program pusat, mau jadi apa petani Sumbawa? Jangan sampai petani kita hanya jadi penonton ketika daerah lain panen raya dari program cetak sawah baru,” lugasnya.
Menanggapi kritik keras tersebut, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa memberikan klarifikasi singkat.
Ia menjelaskan bahwa penetapan dan pengalokasian kuota program tersebut sepenuhnya merupakan kewenangan pemerintah pusat.
“Itu murni pusat,” ujar Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa saat dikonfirmasi Kliksumbawa.com.
Meski demikian, pihak Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa menyikapi positif sorotan yang disampaikan oleh jajaran pengurus partai politik maupun publik.
“Siap terima kritik,” pungkasnya singkat. (KS)
