SUMBAWA,Kliksumbawa.com (31 Oktober 2026)— Di tengah gempuran disrupsi teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dan ketidakpastian ekonomi global, peran perguruan tinggi tidak lagi cukup hanya mencetak lulusan bergelar. Hal tersebut ditegaskan oleh Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, saat menghadiri Sidang Senat Terbuka Wisuda Angkatan XXIII Universitas Samawa (UNSA) Sumbawa Besar, Sabtu (31/10/2026).
Di hadapan 413 wisudawan baru, Bupati H. Jarot membawa angin segar dengan menempatkan para sarjana dan magister bukan sekadar sebagai pencari kerja, melainkan sebagai problem solver (penyelesai masalah) sekaligus mitra strategis pemerintah dalam merumuskan arah pembangunan daerah.
“Ijazah hanyalah bukti administratif kelulusan. Namun, kemampuan beradaptasi, berinovasi, dan menyelesaikan persoalan nyata di lapanganlah yang akan menentukan masa depan,” ujar Bupati H. Jarot dalam orasinya.
Menurutnya, Kabupaten Sumbawa memiliki potensi kekayaan alam yang melimpah—mulai dari sektor pertanian, peternakan, perikanan, kelautan, pariwisata, hingga pertambangan. Namun, potensi besar tersebut mustahil terkelola secara optimal tanpa sokongan riset, data akurat, dan kajian akademik lintas disiplin ilmu dari kaum intelektual kampus.
Saat ini, Pemerintah Kabupaten Sumbawa tengah menggenjot visi Sumbawa Unggul, Maju, dan Sejahtera melalui 12 program unggulan dan 45 program prioritas. Bupati menekankan bahwa keberhasilan program-program tersebut sangat bergantung pada sinergi erat antara pemerintah dan dunia pendidikan tinggi sebagai pusat inovasi (lab of innovation).
“Kami berharap Universitas Samawa terus berkembang sebagai pusat pemikiran. Kehadiran riset dan kajian akademik dari akademisi sangat krusial untuk memastikan setiap kebijakan pembangunan berjalan tepat sasaran,” imbuhnya.
Kritik Konstruktif dan Tanggung Moral Generasi Muda
Selain menyoroti kesiapan teknologi dan ekonomi, Bupati H. Jarot juga menyentuh aspek moral generasi muda di ranah publik. Menanggapi dinamika penyampaian aspirasi mahasiswa belakangan ini, ia berpesan agar kebebasan berpendapat senantiasa dikawal dengan kebijaksanaan, etika, dan penghormatan terhadap hukum.
Bagi Bupati, kritik yang tajam harus selalu diimbangi dengan tawaran gagasan yang solutif. Ia mengajak para alumni dan mahasiswa agar tidak terjebak menjadi generasi yang sekadar pandai mengomentari keadaan, melainkan aktif turun tangan memperbaiki keadaan.
Sementara itu, Rektor UNSA, Prof. Dr. Syaifuddin Iskandar, M.Pd., memaparkan bahwa wisuda angkatan ke-23 ini meluluskan 375 orang dari program S1, 14 orang program S2, serta 24 lulusan Profesi Ners dari 8 fakultas dan 20 program studi. Dengan tambahan lulusan kali ini, total jejaring alumni UNSA hingga tahun 2026 telah mencapai 13.278 orang yang siap disebar di berbagai lini pembangunan.
Rangkaian Sidang Senat Terbuka ini turut dihadiri oleh jajaran penting daerah dan regional, di antaranya Ketua Dewan Penyantun UNSA sekaligus Pengasuh Pesantren Modern Internasional Dea Malela, perwakilan Gubernur dan Kapolda NTB, perwakilan Kepala LLDikti Wilayah 8, Sekda Kabupaten Sumbawa, serta perwakilan Bupati Sumbawa Barat. (KS)
