MATARAM,Kliksumbawa.com (7 November 2026) — Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus memperkuat komitmennya dalam menekan angka kemiskinan hingga ke akar rumput. Komitmen tersebut ditegaskan oleh Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, saat menghadiri Rapat Koordinasi dan Evaluasi Penanggulangan Kemiskinan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Tahun 2026 di Hotel Lombok Astoria, Mataram, belum lama ini.
Bagi Wabup Ansori, rakor yang mempertemukan seluruh wakil bupati se-NTB ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan arah kebijakan daerah dengan provinsi. Terlebih, tantangan penanggulangan kemiskinan ke depan tidak hanya berfokus pada penurunan angka statistik secara makro, tetapi juga penyelesaian kesenjangan di kawasan pedesaan dan daerah-daerah terpencil.
Langkah ini sejalan dengan tren positif yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2026, di mana tingkat kemiskinan di NTB tercatat turun menjadi 11,17 persen (menyusut 0,21 poin dibanding September 2025 yang berada di angka 11,38 persen), dengan jumlah penduduk miskin yang kini berkurang menjadi 628.500 orang.
Kendati angka regional menunjukkan perbaikan, Wabup Ansori memandang bahwa evaluasi berkala di tingkat kabupaten tetap menjadi harga mati agar intervensi program benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang paling membutuhkan.
Pandangan tersebut sejalan dengan arahan Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Dhamayanti Putri, S.E., M.I.P., yang menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dalam mengawasi pelaksanaan program di lapangan.
“Evaluasi diperlukan agar setiap program berjalan sesuai perencanaan, sekaligus memastikan manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat sasaran,” tegas Wakil Gubernur di hadapan para kepala daerah.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Wabup Ansori mendorong seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemkab Sumbawa untuk meningkatkan koordinasi dan mengevaluasi efektivitas program-program perlindungan sosial yang sedang berjalan.
Melalui kolaborasi lintas sektor dan pengawasan program yang tepat sasaran, Pemkab Sumbawa optimis dapat terus memperluas kesempatan ekonomi, menekan angka kemiskinan secara berkelanjutan, serta mendongkrak kualitas hidup masyarakat Sumbawa secara merata. (KS)













