6 Tahun di Balik Kemudi Truk Raksasa Batu Hijau: Kisah Tangguh Vani, Putri Asal Sumbawa

SUMBAWA, Kliksumbawa.com (7 Juli 2026) –  Jam dinding baru menunjuk angka pukul 04.00 pagi, Vani Septiarini sudah bersiap di area perumahan pekerja tambang Batu Hijau PT AMMAN, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Nusa Tenggara Barat (NTB).

Ia menyalakan kompor kecil untuk menyeduh secangkir kopi hangat pagi itu Selasa (7/7/2026).

Uap kopi yang mengepul seolah menjadi doa kecil dan penyemangat sebelum memulai hari yang panjang.

“Kebiasaan ini sudah saya lakukan sejak pertama kali bekerja di sini. Kopi ini bukan sekadar minuman, tapi teman setia yang mengingatkan saya untuk tetap fokus dan bersyukur,” kata Vani sambil merapikan seragam kerjanya yang sudah tersusun rapi di atas tempat tidur.

Setelah siap sepenuhnya, ia berjalan menuju halte penjemputan yang sudah menanti.

Tak lama, bus antar jemput tiba, membawa puluhan pekerja yang akan memulai tugasnya masing-masing.

Bagi Vani, menjadi perempuan di industri pertambangan yang selama ini identik dengan dunia laki-laki bukanlah beban, melainkan kebanggaan tersendiri.

Perempuan yang lahir di Sumbawa pada 25 September 1990 itu telah mengukir jejaknya selama enam tahun terakhir bersama PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN).

Di balik kemudi mesin raksasa itu, ia membuktikan bahwa batasan gender hanyalah persepsi yang bisa dipatahkan dengan kerja keras, ketekunan, dan komitmen tinggi.

“Kami di sini sudah seperti keluarga. Tidak ada bedanya laki-laki atau perempuan. Kalau ada yang kesulitan, kami saling bantu. Kalau ada yang melanggar aturan keselamatan, kami saling ingatkan. Itulah yang membuat saya betah dan bangga menjadi bagian dari tim ini,” kisah Vani.

Perjalanan menuju Main Hall area operasional Batu Hijau menjadi waktu singkat. Vani sejenak menenangkan pikiran, sebelum hiruk-pikuk aktivitas tambang menyapa.

Sesampainya di lokasi, hari dimulai dengan apel pagi. Di tengah kerumunan yang didominasi oleh laki-laki, Vani berdiri tegak mendengarkan arahan supervisor.

Setiap instruksi dicatat baik dalam ingatannya: area yang akan dilalui, beban yang harus diangkut, hingga peringatan mengenai kondisi jalan yang mungkin berubah karena cuaca atau aktivitas penambangan laibnnya.

Setelah apel selesai, langkah kakinya langsung menuju area parkir kendaraan berat.

Di sana, menanti kendaraan raksasa yang menjadi kawan sehari-harinya: haul truck berukuran puluhan kali lipat tubuh manusia.

Sebelum memutar kunci kontak, ia tak pernah melewatkan prosedur pengecekan menyeluruh. Mulai dari tekanan ban, sistem rem, kelengkapan keselamatan, hingga kondisi mesin. Semuanya dipastikan dalam kondisi prima.

Menurutnya, mengemudi haul truck bukan sekadar soal keterampilan mengendalikan setir, namun menjaga jarak aman, selalu waspada terhadap perubahan lingkungan, dan mengikuti setiap arahan sistem operasional.

“Kami tidak boleh bergerak sembarangan, karena kesalahan sedikit saja bisa membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” ceritanya.

“Disiplin menjadi nafas utama dalam setiap gerakan,” imbuh Vani.

Ia menyebutkan aturan yang berlaku sebagai rambuh keselamatan harus ditepati sepenuhnya.

Selain itu, dilarang menggunakan gawai saat bekerja, sabuk pengaman terpasang rapat setiap saat, dan selalu berkoordinasi dengan petugas pengatur lalu lintas di area operasional.

Rasa lelah yang kadang menyapa pun tak dibiarkan menjadi ancaman keselamatan. Jika dirasa butuh jeda, ia akan melapor ke petugas pengatur operasional untuk bertukar tugas sejenak, beristirahat sejenak sebelum kembali fokus.

Jejak langkahnya di dunia pertambangan ternyata bukan tanpa akar. Sejak kecil, ia sering mendengarkan cerita dari pamannya yang juga pernah bekerja sebagai operator alat berat.

Cerita tentang tantangan, kebanggaan, dan tanggung jawab yang diemban sang paman tertanam kuat di hatinya.

Kini, berdiri kokoh di posisi yang sama, ia akhirnya bisa merasakan sendiri apa yang dulu kerap diceritakan.

“Pekerjaan ini adalah cita-cita saya sejak lama. Dulu saya hanya bisa membayangkannya, sekarang saya menjalaninya setiap hari. Rasa bangga itu tak bisa diukur dengan kata-kata,” ujar Vani dengan senyum tulus.

Jam terus berjalan, matahari mulai turun ke ufuk barat menyisakan semburat jingga di langit atas bukit-bukit batu hijau yang ikonik.

Pemandangan itu seolah menjadi hadiah manis setelah seharian bekerja keras. Tanpa terasa jarum jam sudah menunjuk pukul 18.00 wita.

Tugas hari ini selesai. Ia mengembalikan kendaraannya ke tempat semula, melakukan pengecekan akhir, lalu melapor ke petugas di Main Hall.

Sebelum kembali ke perumahan pekerja, hal pertama yang biasanya ia lakukan adalah menelpon orang tuanya di kampung halaman.

Hanya percakapan sederhana: menanyakan kabar, memberi tahu bahwa ia selamat bekerja, dan mendengarkan nasihat singkat agar tetap berhati-hati. Hal sederhana itulah yang selalu mengisi ulang semangatnya untuk hari esok.

Sebagai perempuan, Vani sangat termotivasi oleh semangat R.A. Kartini. Ia menanamkan prinsip hidupnya dalam setiap langkah.

“Banyak hal yang bisa menjatuhkanmu, tapi satu-satunya hal yang benar-benar dapat menjatuhkanmu adalah sikapmu sendiri,” ujarnya

Selama enam tahun berkarir, ia tak hanya mengasah kemampuan teknis mengoperasikan mesin berat.

Ia juga tumbuh menjadi pribadi yang lebih mandiri, disiplin, dan memahami arti tanggung jawab yang besar.

Vani berharap kisahnya bisa menjadi inspirasi bagi perempuan lain, khususnya di tanah kelahirannya Nusa Tenggara Barat, maupun seluruh perempuan di Indonesia:

“Menjadi minoritas di bidang yang jarang dimasuki perempuan bukanlah penghalang untuk berkembang,” ucap Vani.

Ia meyakini, selama ada kemauan yang kuat, mau belajar, dan berpegang teguh pada prinsip keamanan serta kejujuran, tidak akan ada usaha yang sia-sia.

“Jangan takut bermimpi, apalagi mimpi itu untuk menghidupi diri sendiri dan keluarga dengan cara yang halal dan terhormat,” ujarnya.

Saat bus antar jemput membawanya pulang menembus senja, Vani menatap jendela dengan senyum tenang.

Di setiap putaran roda haul truck yang ia kendalikan hari ini, tersemat semangat kemandirian, keberanian, dan dedikasi yang menjadi nyata dari semangat Kartini masa kini.

Vani berani melampaui batas, menjadi bagian penting dari kemajuan, dan membawa kebanggaan bagi keluarga serta tanah air.

Vice President Corporate Communications AMNT, Kartika Octaviana, menyampaikan bahwa proses rekrutmen karyawan PT AMMAN merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memperluas akses kesempatan kerja, khususnya bagi angkatan kerja lokal, serta memastikan proses yang inklusif, transparan, dan kompetitif.

“Di AMNT, kami percaya bahwa talenta terbaik adalah kunci untuk mendorong kinerja operasional yang unggul dan berkelanjutan. Melalui proses rekrutmen, kami ingin membuka peluang yang lebih luas -khususnya bagi putra-putri daerah – untuk berkembang bersama kami, sekaligus berkontribusi pada kemajuan industri pertambangan nasional,” ujar Kartika. (KS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *