SUMBAWA, Kliksumbawa.com (21 Maret 2026)– Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, menegaskan bahwa membangun Tana Samawa tidak boleh hanya terpaku pada pembangunan fisik semata. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan di hadapan ribuan warga pada Shalat Idul Fitri 1447 H di Lapangan Pahlawan Sumbawa, Sabtu (21/3/2026).
Menurut Bupati, momentum kembali ke fitrah pasca Ramadhan harus menjadi landasan bagi pemerintah dan masyarakat untuk memperkuat pembangunan karakter, kepercayaan publik, serta rasa tanggung jawab sosial. Ia memandang bahwa kemajuan daerah sangat bergantung pada niat yang tulus dan hubungan emosional yang bersih antara pemimpin dan rakyatnya.
“Membangun daerah ini bukan sekadar urusan infrastruktur, tetapi tentang bagaimana kita membangun kepercayaan dan harapan bersama. Idul Fitri adalah saat yang tepat untuk menata kembali hati dan niat kita dalam bekerja untuk masyarakat,” ujar Bupati Jarot.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga memaparkan refleksi terbuka mengenai satu tahun masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Drs. H. Mohamad Ansori sejak dilantik Februari 2025 lalu. Ia menggarisbawahi beberapa capaian penting, mulai dari penguatan tata kelola pemerintahan hingga keberhasilan mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dalam pengelolaan keuangan daerah.
Di sektor riil, Bupati menyoroti tren positif pertumbuhan ekonomi yang dibarengi dengan penurunan angka kemiskinan. Program strategis seperti pendidikan bagi keluarga kurang mampu dan penguatan pelatihan kerja bagi generasi muda dilaporkan sudah mulai beroperasi. Selain itu, transformasi ekonomi kini diarahkan pada hilirisasi komoditas unggulan serta pengembangan sektor kelautan dan pariwisata berkelanjutan.
Meski memaparkan sejumlah keberhasilan, Bupati Jarot secara terbuka mengakui adanya tantangan yang masih dihadapi, terutama terkait kondisi infrastruktur jalan di beberapa wilayah serta kendala distribusi energi bersubsidi. Ia memastikan bahwa koordinasi lintas sektor terus dilakukan untuk membenahi persoalan tersebut.
“Saya menyadari masih ada kebijakan yang belum sepenuhnya memenuhi harapan semua pihak. Atas nama pribadi dan pemerintah, saya memohon maaf lahir dan batin. Kami berkomitmen untuk terus memperbaiki kekurangan yang ada,” tambahnya.
Senada dengan visi Bupati, khatib Ustadz Munawir Al Azhari dalam khutbahnya juga mengingatkan bahwa masa depan daerah sangat dipengaruhi oleh kualitas keimanan masyarakatnya. Kebersamaan antara pemimpin yang amanah dan warga yang saling menjaga persaudaraan menjadi kunci utama turunnya rahmat bagi kemajuan Sumbaww.
Menutup penyampaiannya, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan semangat Idul Fitri sebagai energi kolektif. Persatuan dan semangat gotong royong diyakini menjadi fondasi utama untuk mewujudkan visi Sumbawa yang unggul, maju, dan sejahtera.(KS)
