SUMBAWA BARAT, Kliksumbawa.com (14 Agustus 2026)- Sinar matahari tampak terik di Desa Talonang Baru, Kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) Selasa (11/8/2026) pagi.
Bagi warga setempat, musim kemarau selalu membawa cerita yang sama. Air sungai menyusut, mata air mengering, sumur perlahan kehilangan air dan debu halus beterbangan setiap kali angin bertiup.
Namun, ada satu hal yang membuat suasana tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, rasa cemas yang dulu mencekam hati setiap keluarga kini perlahan berubah menjadi rasa syukur.
Dulu, setiap kali musim kering tiba, beban paling berat dipikul oleh para perempuan dan anak-anak.
Ketika sumber air di sekitar rumah tak lagi memadai, mereka harus berjalan beriringan menempuh jarak cukup jauh, membawa jerigen demi jerigen untuk menimba air di titik yang masih tersisa.
Belum lagi air yang didapat pun sering kali belum jernih, sehingga harus direbus lama sebelum bisa diminum.
Bagi mereka yang memiliki penghasilan pas-pasan, pilihan lain adalah membeli air galon yang didatangkan dari luar desa dengan perjalanan yang memakan waktu hampir satu jam, dan sangat membebani saku.
Endang, salah seorang warga saat dikonfirmasi membenarkan kondisi tersebut.
Ia sering turun langsung membantu penyaluran makanan tambahan bagi anak-anak yang kurang gizi, masih menyimpan kenangan itu dengan jelas.
“Saya pernah datang ke rumah warga untuk mengantar makanan tambahan bagi anak yang mengalami gangguan pertumbuhan.
Saya harus menunggu cukup lama di sana, karena orang tua dan anaknya sedang antri berjalan jauh ke sungai hanya untuk membawa pulang air bersih untuk diminum,” kenangnya dengan nada yang masih menyisakan keprihatinan.
Bayangkan, untuk kebutuhan paling dasar sekadar air minum, mereka harus berjuang keras mengalahkan panas dan jarak.
Kini, kisah berat itu perlahan menjadi kenangan masa lalu.
Perubahan besar bermula dari kehadiran dua fasilitas pengisian air minum yang berdiri tegak di wilayah desa ini.
Berkat kerja sama yang terjalin indah antara PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) melalui program pemberdayaan masyarakatnya, CARE Indonesia, serta dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat dan Pemerintah Desa Talonang Baru, solusi yang selama ini ditunggu akhirnya hadir di tengah masyarakat.
Fasilitas pertama telah melayani warga sejak tahun 2023 di Dusun Lemar Lempo, mengambil sumber air dari kedalaman 20 meter yang dikelola dengan sepenuh hati oleh warga setempat.
Kini disusul kehadiran fasilitas kedua yang lebih baru, berlokasi di Dusun Talonang, yang secara resmi diresmikan oleh Bupati Sumbawa Barat, Amar Nurmansyah, pada Juni 2025 lalu.
Sumur bor ini menggali sumber air dari kedalaman 85 meter, memastikan ketersediaan air yang melimpah bahkan saat kemarau paling panjang sekalipun.
Pembangunan ini pun memiliki makna kebersamaan yang luar biasa. Bangunan disiapkan atas biaya dan usaha pemerintah desa, sementara mesin pengeboran serta peralatan penyaringan air yang canggih disediakan oleh pihak AMMAN.
Agar keberadaannya benar-benar milik rakyat dan lestari, pengelolaan air minum diserahkan sepenuhnya kepada Komite Air yang dibentuk dari unsur warga setempat.
Sebelumnya, warga pengurus Komite Air telah dibekali pelatihan lengkap, mulai dari cara mengoperasikan, merawat peralatan, hingga mengelola keuangan secara transparan dan bertanggung jawab.
Kini, setiap hari sejak pagi buta hingga menjelang malam, warga datang bergantian membawa jeriken.
Tak perlu lagi berjalan jauh, tak perlu lagi mengeluarkan biaya besar untuk mengangkut air dari luar kabupaten. Dengan biaya yang sangat terjangkau, hanya Rp5.000 per galon.
Mereka bisa mendapatkan air yang sudah melalui proses penyaringan ketat yang jernih, bersih, dan aman langsung diminum tanpa perlu direbus terlebih dahulu.
Namun yang paling menyentuh hati adalah kebijakan yang ditetapkan: bagi keluarga yang memiliki balita dengan gangguan pertumbuhan (stunting) serta ibu hamil yang berisiko kurang gizi, air bersih ini diberikan secara cuma-cuma atau gratis.
Dampak nyata dari kehadiran air bersih ini mulai terlihat jelas dalam data kesehatan desa.
Jika pada tahun 2022 tercatat ada 27 balita yang mengalami gangguan pertumbuhan, angka itu turun menjadi 23 kasus pada tahun 2023, dan kini pada tahun 2024 jumlahnya tersisa menjadi 10 kasus saja.
Penurunan yang menggembirakan ini tentu tak lepas dari semakin mudahnya masyarakat mengakses air yang sehat dan bersih setiap hari.
“Saya hafal betul siapa saja keluarga yang berhak mendapatkan layanan air gratis ini, karena saya tahu langsung dari daftar pembagian bantuan makanan tambahan.
Sekarang jumlah mereka yang datang mengambil air gratis semakin sedikit. Itu pertanda baik—artinya semakin banyak anak yang kesehatannya membaik dan mulai tumbuh sehat,” ungkap Muma, pengelola depot air di Dusun Lemar Lempo.
Ia selalu siaga melayani warga dengan senyum tulus, bahkan tak segan melayani hingga larut malam jika ada warga yang membutuhkan.
Saat meresmikan fasilitas air di Dusun Talonang, Bupati Sumbawa Barat, Amar Nurmansyah, sangat mengapresiasi kerja sama yang terjalin.
Ia berharap fasilitas ini benar-benar dimanfaatkan sebagai sarana peningkatan kualitas hidup.
“Semoga langkah ini terus membawa dampak baik, sehingga angka masalah gizi anak-anak kita semakin menurun. Manfaatkan air bersih ini sebaik-baiknya, karena kesehatan kalian adalah masa depan daerah ini,” ujar Bupati Amar.
Secara keseluruhan, angka gangguan gizi di Kabupaten Sumbawa Barat kini tercatat berada di angka 7,1 persen, dan kehadiran fasilitas ini diharapkan terus mendorong penurunan tersebut.
Bagi Murni, seorang guru yang baru saja diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun ini, keberadaan fasilitas ini membawa ketenangan batin tersendiri.
“Memang di rumah saya masih sumur sendiri dan masih merebus air, tapi keberadaan tempat ini menjadi ketenangan hati yang luar biasa.
Saat kemarau panjang dan sumur rumah saya menyusut, saya tahu ada tempat yang bisa diandalkan. Kami sangat bersyukur ada pihak-pihak yang peduli, ada perusahaan, ada lembaga, ada pemerintah yang saling melengkapi demi kebaikan kami di sini,” ucap Murni dengan mata yang berbinar.
Secara rata-rata, fasilitas air di Dusun Talonang saja mampu melayani hingga 200 galon per harinya.
Pengelolaannya pun sangat bertanggung jawab, uang hasil penjualan tidak dinikmati secara pribadi, melainkan disisihkan sepenuhnya untuk biaya pemeliharaan mesin, penggantian saringan air, serta menjamin agar pelayanan ini bisa terus berjalan lancar dari tahun ke tahun tanpa terhenti.
Berikut perbaikan naskah berita yang disusun lebih padu, mengalir, saling berkaitan, dan tegas khas gaya berita keras:
AMMAN Bangun Enam Depot Air Bersih, Perkuat Upaya Tekan Stunting di Sekitar Tambang Batu Hijau
PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) mewujudkan komitmennya dalam penurunan angka stunting dengan membangun enam unit depot air minum isi ulang di lima desa yang berada di lingkar wilayah tambang Batu Hijau, Kabupaten Sumbawa Barat.
Pembangunan fasilitas ini bertujuan menjamin ketersediaan air bersih dan layak konsumsi, sekaligus mencegah gangguan pertumbuhan anak akibat malnutrisi maupun penyakit yang ditularkan melalui air.
Salah satu fasilitas tersebut berlokasi di Dusun Lemar Lempo, Desa Talonang Baru, Kecamatan Sekongkang, dan kehadirannya disambut antusias oleh warga yang selama ini kesulitan mengakses sumber air bersih.
Peresmiannya berlangsung meriah dan dihadiri ratusan warga, Bupati Sumbawa Barat Amar Nurmansyah, Camat Sekongkang, Kepala Desa setempat, serta jajaran pimpinan AMMAN dan mitra pelaksana.
Muhammad Ikraman, Manajer Yayasan CARE Peduli, menyambut baik keberadaan fasilitas tersebut.
Menurutnya, akses air bersih merupakan fondasi utama dalam upaya menekan angka gagal tumbuh pada anak.
“Kehadiran depot ini diharapkan dapat mencegah dan menurunkan angka stunting, karena air bersih secara langsung mengurangi risiko infeksi dan kuman penyebab penyakit yang mengganggu pertumbuhan balita,” ujar Ikraman.
Selain di Dusun Lemar Lempo, akses air bersih serupa juga telah dibangun di Desa Talonang, Desa Tatar, Desa Ai Kangkung, Desa Sekongkang Atas, serta Dusun Jelengah di Desa Beru, Kecamatan Jereweh.
Langkah ini merupakan bagian tak terpisahkan dari program Pengembangan Sumber Daya Manusia yang diusung AMMAN, dengan fokus utama pada kesehatan serta gizi ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak.
Senior Manager Social Impact AMMAN, Aji Suryanto, menjelaskan bahwa penanganan masalah ini dilakukan secara terarah melalui pendekatan holistik.
“AMMAN berkomitmen berinvestasi dalam pengembangan sumber daya manusia mengusung tema Anak Sehat dan Tangguh untuk Pembangunan Generasi Mendatang. Program percepatan penurunan stunting ini kami jalankan sebagai proyek percontohan di tiga kecamatan, yakni Jereweh, Maluk, dan Sekongkang,” ungkap Aji dalam keterangan pers.
Dalam kurun waktu sekitar satu tahun pelaksanaan, program ini telah menjangkau lebih dari 3.500 peserta. Pihaknya terus berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, memperkuat upaya pencegahan, serta membangun pemahaman keluarga akan pentingnya gizi seimbang.
“Stunting adalah persoalan kompleks yang menuntut intervensi menyeluruh dan lintas sektor. Oleh karena itu, kerja sama berbagai pihak menjadi sangat penting,” tambahnya.
Berkat kinerja dan dampak nyata dari upaya tersebut, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memberikan penghargaan tertinggi Subroto Award kategori Bidang Kesehatan untuk Program Pencegahan Stunting (Gerakan 1.000 Hari Pertama Kehidupan).
Penghargaan ini menjadi pengakuan atas kinerja unggul AMMAN dalam memajukan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasi pertambangan.
Musim kemarau tahun 2026 ini diprediksi terjadi El Nino Goddzila yang membuat cuaca semakin panas. Namun, beban di pundak warga kini jauh lebih ringan.
Air bersih terus mengalir jernih, bukan sekadar hasil pengeboran tanah, melainkan buah dari kepedulian yang disusun bersama.
Desa menyediakan tempatnya, teknologi membantu mengambilnya, dan warga menjaganya dengan rasa tanggung jawab yang tinggi.
Air adalah harapan agar anak-anak tumbuh sehat, agar para ibu tak lagi lelah berjalan jauh, agar masa depan keluarga di desa ini lebih cerah. Di tengah keringnya musim, warga Talonang Baru kini memegang erat keyakinan selama air ini terus mengalir, harapan pun tak akan pernah kering. (ks)
