3 Tahun Terakhir 96 Pelajar di Sumbawa Direhabilitasi, Pemkab Intensifkan Edukasi Anti Narkoba

SUMBAWA,Kliksumbawa.com (26 Juli 2026)- Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sumbawa mencatat sebanyak 96 pelajar di wilayah setempat terpaksa menjalani rehabilitasi akibat penyalahgunaan narkotika dalam tiga tahun terakhir. Angka tersebut merupakan bagian dari total 296 pasien yang ditangani Klinik Pratama BNNK Sumbawa sepanjang periode tersebut.

Tak hanya itu, temuan terbaru pada akhir tahun 2025 lalu menunjukkan hasil deteksi dini BNN bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sumbawa mendeteksi 72 siswa dari empat SMP dan delapan SMA terindikasi terpapar penyalahgunaan narkoba.

Merespons kondisi darurat tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumbawa bersama BNNK Sumbawa kini bergerak cepat mengintensifkan program edukasi dan pencegahan berbasis sekolah.

Langkah tegas ini disampaikan dalam Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) Tahun 2026 yang digelar di Aula SMP Negeri 3 Sumbawa Besar, Kamis (23/7/2026). Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Dr. H. Budi Prasetiyo, S.Sos., M.AP., Kepala BNNK Sumbawa AKBP Denny Priadi, S.Sos., jajaran Forkopimda, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, para kepala sekolah, serta ratusan pelajar.

Dalam sambutannya, Sekda Sumbawa menegaskan bahwa fenomena ini harus menjadi alarm bersama. Karena mayoritas korban berasal dari Generasi Z, Pemkab Sumbawa mendorong strategi pencegahan yang lebih inovatif dan relevan, salah satunya melalui optimalisasi Program Teman Sebaya.

“Peredaran narkoba kini tidak lagi dilakukan secara konvensional dari pintu ke pintu, tetapi telah memanfaatkan teknologi digital. Komunikasi antarremaja melalui Program Teman Sebaya jauh lebih efektif karena mereka lebih terbuka satu sama lain. Selain itu, pengawasan keluarga dan edukasi media digital harus semakin diperkuat,” tegas Sekda.

Sementara itu, Kepala BNNK Sumbawa, AKBP Denny Priadi, S.Sos., menjelaskan bahwa kegiatan HANI 2026 yang menyasar lingkungan sekolah ini merupakan bagian dari implementasi program prioritas BNN RI, yakni ANANDA BERSINAR (Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkoba).

“Kejahatan narkotika adalah extraordinary crime yang merusak masa depan bangsa. Melalui kolaborasi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga serta Dinas Pendidikan, kita bentuk agen-agen perubahan di kalangan pelajar agar mereka bisa saling membentengi,” ujar Denny.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak tinggal diam dan bersama-sama menciptakan lingkungan belajar yang bersih dari barang haram tersebut.

“Mari kita perkuat sinergi. Katakan ‘iya’ pada prestasi, dan katakan ‘tidak’ pada narkoba,” pungkasnya. (KS)

Exit mobile version