Kecewa Tak Didukung Dinas, SDN Selang Sumbawa Pilih Mundur dari Adiwiyata Nasional

Oplus_16908288

SUMBAWA,Kliksumbawa.com (27 Juli 2026)- SDN Selang, di Desa Kerekeh, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa, NTB menyatakan diri mundur dari penilaian Sekolah Adiwiyata Nasional Tahun 2026 yang diagendakan pada pertengahan Oktober mendatang. Pasalnya, pihak dinas terkait tidak memberikan dukungan sarana prasarana.

Keputusan ini diambil meskipun sekolah telah ditetapkan sebagai Sekolah Adiwiyata Provinsi NTB Tahun 2025 dan telah bersiap menuju tingkat nasional.

Kepala Sekolah SDN Selang, Abdul Azis, menyampaikan keputusan tersebut dalam pernyataan resmi Senin (27/7/2026).

Menurutnya, pihak sekolah sebenarnya telah berupaya maksimal membenahi seluruh indikator penilaian secara swadaya bersama wali murid dan warga sekolah.

Namun sejumlah faktor pendukung yang seharusnya menjadi penunjang belum terpenuhi, terutama dukungan langsung dari dinas terkait.

“Kami telah membangun komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pihak termasuk instansi terkait. Namun hingga saat ini, dukungan langsung belum kami terima. Kami telah mengajukan usulan bantuan pemasangan paving blok lingkungan sekolah kepada dinas terkait, namun belum ada tanggapan maupun realisasi,” ungkap Abdul Azis.

Karena belum terpenuhinya prasarana lingkungan tersebut, Abdul Azis menilai sekolah belum layak untuk ikut bersaing di tingkat nasional.

“Kami sebenarnya telah siap dari sisi upaya, kedisiplinan, dan indikator yang menjadi kewenangan sekolah. Namun kondisi lingkungan yang belum terpasang paving blok menjadi kendala yang sangat mendasar. Mustahil bagi kami berani bersaing dengan sekolah-sekolah lain di tingkat nasional dengan kondisi penunjang yang belum memadai,” tegasnya.

Oleh sebab itu, pihak sekolah memohon maaf kepada Pemerintah Daerah dan memutuskan untuk tidak melanjutkan ke tahap penilaian Adiwiyata Nasional tahun ini.

“Bukan karena kami tidak siap dari sisi kesadaran dan pelaksanaan program lingkungan hidup. Namun dalam kompetisi tingkat nasional, sarana dan prasarana penunjang juga menjadi tolok ukur yang tidak bisa diabaikan. Selama hal-hal mendasar seperti pemasangan paving blok belum terwujud, kami merasa belum pantas maju,” tambahnya.

Abdul Azis menegaskan, upaya pembenahan lingkungan sekolah tetap berjalan secara swadaya.

Namun untuk penilaian tahun ini, pihak sekolah memilih menunggu dukungan prasarana yang memadai agar kelak dapat bersaing dengan kesiapan yang utuh. (KS)

Exit mobile version